Blog

  • Menarik! Apakah Ijazah Homeschooling Diakui Oleh Pemerintah? Mari Cari Tahu!

    Penting sekali untuk mengetahui informasi berkaitan dengan apakah ijazah homeschooling diakui oleh pemerintah? Banyak yang menganggap anak yang sekolah di rumah atau homeschooling tidak akan mendapat ijazah resmi seperti di sekolah formal.

    Bahkan, tidak jarang orang tua yang tidak memilih jalur homeschooling karena masih ragu dengan status ijazahnya nanti dan selalu bertanya-tanya apakah ijazah homeschooling diakui oleh pemerintah?. Berikut ini ulasan terkait ijazah homeschooling legal atau ilegal akan dibahas di bawah ini:

    Alasan Memilih Homeschooling

    Pertama akan membahas terlebih dahulu beberapa alasan untuk memilih homeschooling. Tidak perlu cemas dan khawatir dengan pembelajaran melalui sekolah di rumah tersebut. Simak alasan menarik untuk memilih homeschooling di bawah ini dan mengurangi keraguan terhadap pertanyaan apakah ijazah homeschooling diakui oleh pemerintah? :

    1. Lingkungan Pergaulan

    Banyak orang tua yang memutuskan untuk memilih homeschooling sebagai jalur sekolah anak karena memandang lingkungan pergaulan negatif. Apalagi zaman serba canggih ini semakin membuat pergaulan bebas di lingkungan sekitar.

    Tidak sedikit anak yang mengalami bullying hingga kekerasan di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, ada beberapa orang tua yang memilih homeschooling sebagai alternatif pendidikan untuk anak.

    2. Terbatasnya Fasilitas Sekolah

    Selanjutnya yang selalu menjadi keraguan terhadap apakah ijazah homeschooling diakui oleh pemerintah? adalah karena banyak sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang lengkap. Biasanya anak yang memilih homeschooling lebih tertarik kegiatan selain bidang akademis. Misalnya, entertainment, broadcast, dan kegiatan menarik yang lainnya.

    3. Keluarga Berpindah Domisili

    Bagi keluarga yang sering berpindah dan tidak menetap pada tempat tertentu akan memilih homeschooling untuk anak. Sehingga, saat berpindah anak tidak akan ikut pindah sekolah. Anak bisa homschooling di mana saja sesuai kebutuhan.

    4. Menumbuhkan Ikatan Keluarga

    Banyak para orang tua yang memilih pendidikan homeschooling untuk meningkatkan ikatan antara anggota keluarga. Sebab anak akan memiliki tenaga pengajar oleh orang tuanya sendiri. Sehingga, jalinan keluarga akan semakin erat dan dekat.

    Bagaimana Ijazah Anak Homeschooling? Apakah Ijazah Homeschooling diakui Oleh Pemerintah?

    Selanjutnya akan membahas apakah ijazah homeschooling diakui oleh pemerintah? Seperti yang diketahui kalau anak homeschooling menempuh pendidikan non formal. Sehingga, bisa mengikuti jenis ujian kesetaraan tersebut.

    Paket A bisa setara SD, paket B bisa setara SMP, dan juga paket C bisa disetarakan dengan SMA. Jika anak atau siswa tersebut memiliki ijazah paket A maka bisa melanjutkan kembali ke SMP dan seterusnya. Orang tua tidak perlu khawatir lagi dengan masa depan pendidikan anak jalur homeschooling.

    Bahkan, bisa langsung melanjutkan ke perguruan tingkat tinggi jika memiliki ijazah paket C. Tidak hanya negeri saja, akan tetapi juga bisa melanjutkan ke perguruan tinggi swasta sesuai pilihan dan keinginan.

    Perlu diketahui jika program ijazah paket tidak hanya untuk anak yang homeschooling saja, akan tetapi juga bisa untuk anak yang putus atau tidak bisa melanjutkan sekolah. Sehingga, tidak perlu khawatir jika anak ingin melanjutkan sekolah lagi ke jenjang lebih tinggi.

    Ujian paket ini diselenggarakan oleh lembaga PKBM non formal dan biasanya sudah ada di beberapa kota di Indonesia. PKBM sendiri ada yang milik pemerintah dan juga milik swasta. Hampir sama seperti sekolah, ada yang negeri dan swasta sesuai pilihan orang tua.

    Bagaimana dengan Legalitas Ijazah?

    Penting sekali berikutnya untuk membahas apakah ijazah homeschooling diakui oleh pemerintah? Sekolah rumah atau homeschooling sendiri berada di bawah naungan kementerian pendidikan dan kebudayaan RI dengan pendidikan non formal.

    Menurut Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2023 dan Permendikbud No. 129 Tahun 2014 berisi tentang homeschooling diakui dan sah serta sederajat dengan sekolah formal lainnya. Salah satu alternatif pilihan pendidikan sekolah rumah yang dipilih oleh orang tua.

    Layanan yang diberikan homeschooling sendiri terdiri dari tunggal, majemuk, dan komunitas homeschooling dimana terdapat perpaduan antara homeschooling tunggal dan majemuk. Tinggal dipilih sesuai dengan kemampuan anak tersebut.

    Melihat pada penjelasan yang sudah dibahas sebelumnya jika anak yang memilih homeschooling maka harus ikut ujian kesetaraan atau paket di wilayah masing-masing. Sehingga, anak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya seperti sekolah formal lainnya.

    Tersedia beberapa program ujian paket yang bisa disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak. Sehingga, tidak ada salahnya jika memilih sekolah alternatif seperti homeschooling. Apalagi untuk anak yang sibuk di bidang selain akademis.

    Demikian penjelasan yang berkaitan dengan apakah ijazah homeschooling diakui oleh pemerintah? Mulai sekarang tidak perlu khawatir lagi karena ada ujian kesetaraan yang nantinya akan memperoleh ijazah resmi dan diakui oleh pemerintah.

  • Apakah Homeschooling Bisa Ikut SNMPTN Sampai Lolos?

    Metode homeschooling telah menjadi alternatif pendidikan yang bisa diterapkan pada anak-anak yang memiliki kondisi atau kemauan khusus. Apakah homeschooling bisa ikut SNMPTN merupakan satu hal yang cukup sering untuk dipertanyakan.

    Hal tersebut sangatlah wajar sebab, kebanyakan anak pasti ingin melanjutkan kuliah di perguruan negeri. Karena homeschooling cukup berbeda dengan sekolah pada umumnya keadaan ini memang membingungkan bagi homeschooler. Lalu apakah homeschooling bisa ikut SNMPTN? simak lebih lanjutnya.

    Apakah Homeschooling Bisa Ikut SNMPTN

    Kegundahan ini pernah dibahas oleh pelaksana LTMPT yaitu lembaga yang memiliki wewenang pada tes masuk khusus Perguruan Tinggi. Menjawab kegundahan masyarakat terkait apakah homeschooling bisa ikut SNMPTN, Pelaksana LTMPT mengemukakan bahwa semua siswa termasuk dari homeschooling pada dasarnya diperkenankan untuk mendaftar. 

    Namun, ada yang harus diperhatikan yaitu pihak homeschooling dan juga siswanya haruslah memenuhi setiap persyaratan dari LTMPT. Jadi, bisa atau tidaknya seorang siswa mengikuti tes tersebut adalah tergantung pada homeschooling dan siswa itu sendiri.

    Meskipun demikian, beberapa perguruan tertentu juga menerapkan aturan atau syarat tersendiri yang kemungkinan berbeda dari lainnya. Maka dari itu penting bagi setiap siswa dan orang terkait lainnya untuk mencari informasi selengkap mungkin mengenai: 

    1. Persyaratan Ikut SNMPTN Bagi Sekolah

    Apakah homeschooling bisa ikut SNMPTN telah terjawab bahwa hal ini tergantung pihak homeschooling itu sendiri apakah memenuhi syarat atau tidak. Tentunya penyedia homeschooling yang bisa SNMPTN akan lebih diminati untuk dipilih daripada penyedia yang lain.

    Setiap sekolah biasanya diharuskan melakukan PDSS yaitu pengisian data terkait dengan rapor dan data lainnya. PDSS tersebut harus difinalisasi sebelum melewati batas yang sudah diumumkan oleh lembaga terkait.

    Data yang diisi tersebut kebenarannya adalah tanggung jawab dari kepala sekolah setiap penyedia pendidikan terkait. Jika sekolah ternyata tidak melakukan tindakan finalisasi maka siswa yang memenuhi kuota berikut pun tidak bisa mendaftar.

    • Sekolah dengan akreditasi A kuotanya adalah 40% siswa yang terbaik di sekolah.
    • Akreditasi B siswa terbaik yang bisa ikut tidak lebih dari 25%.
    • Akreditasi dengan nilai C hanya bisa mengikutinya siswanya sebanyak 5% siswa terbaiknya.

    2. Persyaratan SNMPTN Bagi Siswa

    Siswa yang memang ingin ikut serta dalam tes SNMPTN wajib mencari informasi dan memahami hal yang terkait dengan persiapannya. Persyaratan tidak hanya diberikan kepada lembaga sekolah saja, para siswa pun harus mampu memenuhi syarat-syaratnya berikut: 

    • Merupakan siswa SMA sederajat yang pada saat tersebut sedang berada di kelas 12 serta memiliki suatu prestasi yang memang unggul
    • Prestasi tersebut harus sesuai dengan yang perguruan tinggi inginkan.
    • Memiliki nomor induk resmi secara siswa nasional atau yang umumnya disebut dengan istilah NISN.
    • Siswa yang akan mengikuti SNMPTN, NIS nasionalnya harus terdaftar di PDSS
    • Nilai rapor milik siswa terkait dari semester 1 sampai setidaknya semester 5 harus sudah diisi pada PDSS.
    • Peserta yang akan memilih prodi seni maupun olahraga harus menyiapkan portofolio karena nantinya akan diminta untuk diunggah ke situs terkait.

    Tips Persiapan SNMPTN Untuk Siswa Homeschooling

    Apakah homeschooling bisa ikut SNMPTN jawabannya adalah bisa jika memenuhi syarat baik lembaga maupun individu siswanya tersebut. Ketika keduanya memang benar-benar bisa ikut berpartisipasi tentunya ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

    Sebenarnya hal penting yang harus siswa lakukan adalah mencari tahu segala informasi dengan lengkap dan melalui sumber terbaik. Sering-seringlah meminta bimbingan atau bertanya dengan staf guru terkait, tips lainnya yaitu:  

    • Pastikanlah bahwa ketika ikut program seleksi bernama SNMPTN tersebut nilai raport yang dimiliki cukup tinggi sebab, nilai tersebut adalah point yang cukup penting supaya kemungkinan lulusnya lebih besar.
    • Pastikan agar tidak lupa membuat dan menyiapkan portofolio terbaik dan lengkap yang mencakup semua prestasi selama menempuh pendidikan, dimana prestasi tersebut lah yang akan menambah nilai dan memperkuat akademik siswa. 
    • Pastikan universitas sekaligus jurusannya dipilih dengan bijak bukan dengan emosional apalagi tidak mempertimbangan banyak hal terkait kemungkinan kelolosannya, pelajari baik-baik kuota dan posisi nilai atau skor yang saat ini dimiliki.

    Itulah pembahasan lengkap apakah homeschooling bisa ikut SNMPTN atau tidak yang penting dipahami oleh homeschooler atau calon homeschooler. Program SNMPTN tersebut kelulusannya tidak sekedar tentang nilai, lebih dari itu siswa harus memahami trik yang tepat jadi jangan khawatir terkait pertanyaan apakah homeschooling bisa ikut SNMPTN atau tidak, semoga artikel diatas menjawab pertanyaan tersebut.

  • Pengertian Dan 4 Perbedaan Homeschooling Dengan Kejar Paket Yang Harus

    Mengenai perbedaan homeschooling dengan kejar paket kadang masih menjadi pemahaman yang kurang di tengah masyarakat. Dengan kata lain masih banyak yang belum paham dengan perbedaan antara homeschooling dan kejar paket. Atau bahkan menganggap keduanya sama. 

    Maka dari itu, agar semakin paham dengan dunia pendidikan, maka akan dibahas terkait perbedaan homeschooling dengan kejar paket. Tak lupa akan dibahas juga mengenai pengertian antara keduanya. Sehingga untuk perbedaan sendiri dapat disimpulkan dengan mudah. 

    Homeschooling

    Pertama yang akan dibahas terkait perbedaan homeschooling dengan kejar paket adalah mengenai pengertian dari homeschooling. Perlu diketahui bahwa homeschooling merupakan kata lain dari belajar di rumah atau pendidikan berbasis keluarga. Hasil lulusan homeschooling pun sudah diakui. 

    Di mana sistem Homeschooling ini bisa dijadikan sebagai pengganti sekolah formal. Sehingga anak tidak perlu lagi datang ke sekolah namun cukup belajar di rumah saja. Tentu ada beberapa perbedaan yang dimiliki antara dengan sekolah formal. 

    Jika di sekolah formal harus mengikuti sesuai dengan kurikulum negara, maka homeschooling bisa disesuaikan dengan kemauan orang tua. Namun sebagai orang tua, agar kegiatan homeschooling dapat diketahui maka harus melapor. Jadi kegiatan tersebut pun tercatat dan diketahui. 

    Kemudian jika nanti anak butuh dengan ijazah, maka harus melakukan ujian kesetaraan. Jadi nanti akan dilakukan ujian kesetaraan sesuai dengan usia pesertanya didik dengan sistem Homeschooling. Sehingga nanti tetap bisa meneruskan ke jenjang berikutnya dengan ijazah tersebut. 

    Kejar Paket

    Dari kata kejar maka pasti sudah bisa ditebak, bahwa ini adalah untuk mengejar ketertinggalannya. Biasanya kejar paket dilakukan oleh semua orang yang ingin memiliki ijazah pada tingkat tertentu. Semua dibedakan menjadi a,b dan c. 

    Mungkin saat usia sekolah, terdapat kendala biaya sehingga tidak sampai menamatkan sekolah. Jadi cara yang dapat dilakukan agar bisa memiliki ijazah adalah dengan melakukan kejar paket. Kejar Paket sendiri harus dengan mendaftar PKBM. 

    Tujuannya sama, yakni untuk mendapatkan ijazah sesuai dengan paket yang diambil antara lain SD adalah paket A, kemudian paket B setara SMP dan terkadang C untuk SMA. Biasanya juga ada yang diselenggarakan langsung oleh pemerintah di daerah tertentu. 

    Perbedaan Homeschooling Dengan Kejar Paket

    Kemudian pembahasan utama dalam artikel kali ini adalah mengenai perbedaan homeschooling dengan kejar paket yang harus dipahami. Jadi ada beberapa poin yang menjadi pembeda antara keduanya. Poin-poin terkait perbedaan homeschooling dengan kejar paket tersebut akan dijelaskan di bawah ini. 

    1. Dari Segi Usia 

    Hal pertama yang menjadi pembeda antara keduanya adalah dari segi usia. Seperti pada penjelasan tadi, bahwa homeschooling digunakan sesuai dengan umur siswa. Dengan kata lain, hanya berbeda tempat belajarnya saja. 

    Sangat berbeda dengan kejar paket, di mana kejar paket ini bisa digunakan oleh semua usia. Misalnya orang tersebut sudah berumur 30 tahun dan ingin mendapat ijazah SMP, maka ini tetap bisa. Selama paket yang diambil sesuai. 

    2. Kurikulum Yang Digunakan

    Kemudian perbedaan kedua adalah dari segi kurikulum yang digunakan. Dimana seperti yang telah dikatakan tadi, bahwa dalam homeschooling kurikulum yang digunakan disesuaikan oleh orang tua. Berbeda dengan kejar paket. 

    Karena dalam kejar paket ini harus mendaftarkan ke suatu lembaga atau pemerintahan, maka kurikulum yang digunakan juga mengikuti yang telah ditentukan. Kemudian yang kedua adalah masa belajar. 

    3. Masa Pembelajaran

    Kemudian untuk perbedaan berikutnya yang ada pada keduanya adalah dari segi masa pembelajaran. Jika homeschooling maka biasanya dilakukan sesuai dengan masa sekolah formal. Karena ini sebagai pengganti saat tidak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah. 

    Sedang untuk kejar paket biasanya dapat ditempuh lebih cepat. Misalnya saat sekolah formal atau homeschooling memerlukan waktu tiga tahun maka kejar paket hanya butuh 1h. Ini biasanya tergantung lembaga yang menyelenggarakan. 

    4. Syarat Pendaftaran

    Kemudian perbedaan homeschooling dengan kejar paket berikutnya adalah dari segi syarat pendaftaran. Jadi untuk yang homeschooling dikatakan bahwa hanya perlu melapor ke PKBM untuk metode tersebut. Meski ada persyaratan namun tidak terlalu banyak. 

    Berbeda dengan syarat untuk kejar paket yang juga harus mendaftar ke PKBM. Dimana harus menyertakan KTP, akta kelahiran, KK, pass foto dengan berbagai ukuran dan lain sebagainya. Jika ikut yayasan maka harus membayar administrasi. 

    Demikian adalah beberapa perbedaan homeschooling dengan kejar paket yang dapat diketahui. Jadi yang jelas keduanya memiliki tujuan yang sama namun penerima manfaat yang berbeda. Telah diuraikan juga mengenai pengertian dari keduanya. 

  • Begini 4 Cara Mendidik Anak Seperti Imam an Nawawi yang Perlu Dicontoh

    Begini 4 Cara Mendidik Anak Seperti Imam an Nawawi yang Perlu Dicontoh

    Memiliki anak yang bukan saja pintar di bidang akademik, namun juga memiliki sopan santun adalah dambaan setiap orang tua. Oleh sebab itulah, mengikuti cara mendidik anak seperti Imam an Nawawi bisa menjadi bantuan.

    Mungkin masih banyak yang belum tahu siapa Imam an Nawawi serta gebrakannya dalam agama Islam. Untuk lebih jelasnya bisa membaca lebih dalam mengenai Imam an Nawawi di bawah ini:

    Siapa Imam an Nawawi itu?

    Sering dipanggil Abu Zakaria, beliau lahir tahun 631 H di Nawa pada bulan Muharram. Mungkin banyak yang belum tahu Nama yang adalah kampung di Damaskus. Beliau diajar oleh yang sudah terkenal karena takwa dan saleh.

    Ketika masih kecil, beliau tidak pernah mau diajak bermain oleh teman-temannya dikarenakan kecintaannya dalam membaca Al-Qur’an. Disaat yang bersamaan, Syaikh Yasin bin Yusuf Al-Marrakusyi melihat dan terkesan dengan An Nawawi.

    Selanjutnya Syaikh mendatangi ayah An Nawawi dan menasehati agar tidak tidak pada dagangan dan fokus ke anaknya. Lalu beliau juga datang pada guru ngaji An Nawawi dan mengatakan jika anak tersebut akan menjadi ulama rabbani.

    Dimana An Nawawi akan memberikan banyak manfaat besar pada umat Islam. Di usia 46, An Nawawi wafat dengan meninggalkan berbagai puluhan karya untuk dijadikan referensi dan rujukan utama di berbagai bidang.

    Dikarenakan hal inilah, An Nawawi memiliki julukan muhyiddin (penghidup agama). Untuk karya-karya beliau sendiri pun banyak, contohnya sebagai berikut ini.

    • Terdapat 27 kitab yang ditulis selama hidupnya. Contohnya Syarah Shohih Al–Muslim. Dimana seringkali dipelajari oleh banyak pesantren.
    • Kemudian pada bidang fikih juga ada di dalam Ulumul Qur’an ada juga At-Tibyan fi Adabi Hamalat Al-Qur’an.
    • Bahkan masih ada 11 kitab lain yang masih dikerjakan oleh An Nawawi. Contohnya kitab induk fikih Mazhab Syafi’i, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhazab. Selain itu menurut keterangan lain juga disebutkan masih ada 8 kitab.

    Disebutkan oleh As-Sakhawy, bahwa tiada hari tanpa membaca, mengajar, menulis, dan beribadah oleh An Nawawi. Hal ini tentunya dapat dijadikan panduan mendidik anak-anak muslim di zaman sekarang.

    4 Cara Mendidik Anak Seperti Imam an Nawawi

    Anak yang lahir sebagai umat muslim pastinya harus dibekali akhlak dan perilaku sesuai agama. Bagi orang tua yang menginginkan anaknya pandai seperti Imam an Nawawi bisa mengikuti beberapa cara berikut.

    1. Memberikan Ruang untuk Belajar

    Potensi yang dimiliki tiap anak tentunya berbeda antara satu dan lainnya. Apabila anak menemukan keinginan belajar sesuatu, ada baiknya untuk diberikan ruang lebih lama. Selain itu juga bisa mendaftarkan ke lembaga les atau komunitas serupa.

    Hal ini akan membantu anak belajar lebih tekun dan mudah menyerap materi dibandingkan di rumah secara otodidak. Namun tetap pantau anak dan tanyakan bagaimana hasil belajarnya agar merasa tetap diperhatikan.

    2. Mengajarkan Pendidikan Agama

    Sebagai orang tua juga jangan melupakan pendidikan agama ketika di rumah. Misalnya dengan mengajarkan doa-doa pendek, mengajak mengaji, sholat berjama’ah dan masih banyak lainnya. Dengan begitu anak akan memiliki rasa cinta kepada Allah dan Rasul.

    Apabila ada pengajian di dekat rumah, orang tua juga boleh membawa anak. Dengan begitu anak-anak akan memahami bahwa sesama umat muslim harus berkumpul dan saling menghormati.

    3. Mendukung Keputusan Anak

    Lalu cara mendidik anak seperti Imam an Nawawi yang lainnya adalah dengan mendukung keputusannya. Akan tetapi pastikan terlebih dahulu bahwa keputusan yang diambil oleh anak baik dan tidak merugikan siapa-siapa.

    Jika keputusan yang diambil oleh anak kurang baik, orang tua harus dapat memberikan pengertian secara pelan-pelan. Gunakan bahasa halus sehingga bisa lebih mudah dimengerti oleh anak.

    4. Menjadi Pelindung untuk Anak

    Tidak semua masa kecil dilalui anak dengan baik, oleh sebab itulah ada baiknya jika orang tua dapat menjadi pelindung. Contohnya menanyakan apa yang terjadi ketika bermain dengan teman, di sekolah, dan lainnya.

    Demikianlah ulasan mengenai kelima cara mendidik anak seperti Imam an Nawawi dan siapa beliau sebenarnya. Mendidik dan mengasuh anak lewat ajaran Islam tentunya akan memberikan kelebihan tersendiri dalam setiap umat muslim.

  • Inilah 8 Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Rasul, Munculkan Generasi Sholih dan Sholihah

    Mendidik anak tentu harus menggunakan cara yang baik dan tepat. Sebagai umat Muslim, cara paling tepat sudah tentu cara mendidik anak menurut ajaran Rasul. Ada beberapa hal yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang akan dibahas berikut ini.

    Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran Rasul

    Ada beberapa cara yang bisa diterapkan para orang tua dalam mendidik anak, salah satunya dengan menerapkan cara mendidik anak menurut ajaran rasul. Lalu apa saja cara mendidik anak menurut ajaran rasul? berikut caranya :

    1. Mengenalkan Anak Pada Allah Sedini Mungkin

    Sebagai umat Islam yang taat, poin utama dalam kehidupan adalah tauhid. Orang Islam harus paham konsep keesaan Allah SWT yang diwujudkan dalam tauhid. Hal ini tentu tidak akan bisa dipahami jika orangtua tidak memasukkannya dalam didikan anak-anaknya.

    Untuk itu, Rasulullah SAW menganjurkan orangtua untuk mengenalkan anak pada Allah dan konsep tauhid sejak dini. Dengan begitu, anak akan tumbuh dengan pemahaman tauhid yang baik. Anak akan menjadi umat Islam yang taat kepada Allah SWT.

    2. Mendidik Dengan Berdasarkan Agama

    Didikan yang terbaik juga harus dimulai dengan landasan yang baik. Dalam hal ini, cara mendidik anak menurut ajaran rasul tentu menganjurkan orangtua untuk mendidik anaknya dengan dasar agama Islam. Dengan begitu anak akan tumbuh menjadi umat Islam yang baik.

    Sangat mudah menemukan tuntunan Islam untuk mendidik anak yang tertera dalam Al-Qur’an dan juga Hadits. Tuntunan ini tentu sangat berguna dan bisa diterapkan oleh orangtua untuk mendidik anaknya dimanapun dan di masa apapun nantinya.

    3. Mendidik Dengan Memberikan Teladan

    Perilaku orang-orang di sekitar anak menjadi guru yang paling baik bagi anak. Maka dari itu, sebaiknya orangtua tentu harus berhati-hati dalam berperilaku agar bisa menjadi teladan baik bagi anaknya. Ingat, anak akan dengan mudah meniru orangtua.

    Hal ini juga bisa jadi poin lebih dalam mendidik anak. Rasulullah SAW selalu menganjurkan untuk mendidik anak dengan teladan. Teladan yang baik akan diterima anak dan anak bisa menerapkannya. Selain itu, lakukan juga usaha memilih lingkungan yang baik untuk teladan baik pula.

    4. Tidak Menggunakan Kekerasan

    Kebanyakan orangtua kurang bersabar dalam mendidik anaknya. Atau orangtua bahkan berpikir bahwa cara tegas mendidik anak adalah dengan kekerasan. Padahal hal tersebut sama sekali tidak dianjurkan karena dapat melukai hati anak bahkan menimbulkan trauma.

    Untuk itu, anjuran Rasulullah SAW dalam mendidik anak adalah mendidiknya dengan lembut. Kekerasan adalah salah satu hal yang sangat harus dihindari. Dengan begitu, anak tidak akan tumbuh dengan bayangan kekerasan apalagi sampai membenci orangtuanya.

    5. Mengajarkan Akhlakul Karimah

    Dalam hidup, semua orang tentu tidak akan berhubungan dengan diri sendiri dan keluarganya. Anak harus berhubungan dengan masyarakat, terlebih lagi membangun hubungan baik dengan Allah. Untuk itu diperlukan akhlak yang baik dalam diri anak-anak.

    Karenanya, cara mendidik anak menurut ajaran Rasul adalah dengan mendekatkannya pada akhlakul karimah. Membiasakan anak untuk berbuat berdasarkan pada akhlak yang baik tentu akan membangun anak menjadi pribadi yang baik.

    6. Menjadikan Para Nabi dan Rasul Sebagai Suri Tauladan

    Suri tauladan yang baik bagi anak Muslim adalah Nabi dan Rasul Allah. Semuanya memiliki akhlak yang baik serta perjuangan membesarkan agama Islam yang patut ditiru. Untuk itu, selain teladan dari orangtuanya sendiri, anak-anak bisa diberi teladan dari para nabi.

    Hal ini bisa dimulai sejak anak masih kecil. Orangtua bisa membacakan cerita nabi dan rasul untuk anak-anak. Seterusnya, orangtua bisa terus mengambil contoh akhlak dari sikap nabi dan rasul saat akan mengajarkan anak melakukan sesuatu.

    7. Memberi Anak Kasih Sayang yang Cukup

    Kunci dari cara mendidik anak menurut ajaran Rasul adalah kasih sayang. Hal ini tentu diyakini oleh sebagian besar orang. Anak yang tumbuh penuh dengan kasih sayang akan menjadi pribadi yang penuh kasih sayang pula.

    Hal ini membuktikan seberapa pentingnya kasih sayang dalam mendidik anak. Kasih sayang yang diberikan akan turut serta membangun belas kasih yang ada di hati anak. Anak akan tumbuh dengan hati yang lembut dan penyayang. 

    8. Turut Memberi Nasehat Pergaulan

    Yang terakhir adalah orangtua patut memberi nasehat pergaulan pada anak-anaknya. Hal ini bukan berarti orangtua membatasi pergaulannya. Hanya saja, perlu ada edukasi tentang pergaulan yang baik dan yang buruk.

    Orangtua juga bisa mendengarkan cerita anaknya dengan baik. Dari cerita itu mungkin orangtua bisa menganalisis masalah yang didapatkan oleh anaknya. Nantinya, jika anak merasa kesulitan pun, orangtua bisa membantunya dengan solusi.

    Itulah beberapa cara mendidik anak menurut ajaran Rasul yang patut dicontoh oleh para orangtua. Tuntutan zaman masa kini tentu membutuhkan generasi yang sholih dan sholihah. Anak menjadi pribadi yang bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan lingkungannya

  • Kelebihan Dan Kekurangan Project Based Learning Yang Wajib Diketahui

    Mengenal lebih jauh mengenai kelebihan dan kekurangan Project Based Learning (PBL) dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya. PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang banyak diminati oleh guru karena berbasis mengerjakan proyek kegiatan nyata.

    Model pembelajaran ini sudah diterapkan dalam kurikulum 13 dan kurikulum baru saat ini kurikulum merdeka. Dalam model pembelajaran ini siswa dapat bereksplorasi hingga mengelola data informasi dari kerja lapangan. Berikut pembahasan seputar PBL, kelebihan dan kekurangan project based learning nya.

    Pengertian Project Based Learning Menurut Para Ahli

    Menurut Fathurrohman model pembelajaran PBL ini merupakan pembelajaran berbasis proyek yang digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk pencapaian kompetensi siswa . Proyek lainnya adalah kegiatan yang sangat membutuhkan koordinasi dan kemampuan untuk menyelesaikannya.

    Menurut pendapat Saefudin menjelaskan project based learning sebagai metode pembelajaran yang terbentuk dari sebuah masalah untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru dengan melakukan praktek lapangan. Sederhananya sebuah proyek tersebut sebagai jembatan untuk mengembangkan kreasi belajar siswa.

    Dengan begitu, memecahkan masalah menjadi inti dari model pembelajaran ini bukan proyeknya. sangat cara siswa memecahkan masalah dan mendapatkan pengetahuan baru dalam proyek. Model ini adalah tekanan pada masalah yang dialami langsung dari kegiatan yang dialami.

    Sedangkan menurut pendapat dari Isriani dan Puspitasari pembelajaran PBL ini sebagai model pembelajaran yang merupakan peserta didik dan guru menjadi fasilitator. Berdasarkan pendapat para ahli dapat diambil kesimpulan.

    Bahwa model pembelajaran berbasis proyek atau PBL merupakan sebuah model pembelajaran yang berawal dari suatu masalah yang dihadapi siswa yang dikerjakan dalam kegiatan nyata di lapangan. Dengan begitu siswa dapat memecahkan masalah dan berhasil mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

    Kelebihan dan Kekurangan Project Based Learning

    Pembelejaran berdasarkan proyek tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, apa saja kelebihan dan kekurangan project based learning? simak dibawah ini :

    Kelebihan Pembelajaran Berdasarkan Proyek

    Setiap model atau metode yang digunakan guru untuk mengajar pasti mempunyai keunggulan masing-masing. Sama halnya dengan metode pembelajaran model project Based Learning ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan.

    Secara umum model pembelajaran ini melibatkan banyak model pembelajaran di dalamnya misalnya pembelajaran kontekstual, investigasi/inkuiri, dan pemecahan masalah yang akan meningkatkan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

    Sangat disayangkan model pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup lumayan besar dan tidak banyak waktu untuk proses pengerjaan proyek secara langsung. Berikut ini penjelasan kelebihan dan kekurangan project Based Learning.

    Kelebihan yang dimiliki oleh pembelajaran model project Based Learning yaitu sebagai berikut ini:

    • Motivasi belajar siswa meningkat begitupun kemampuan memecahkan masalah dan mendorong siswa melakukan proyek pekerjaan.
    • Siswa berperan aktif dalam memecahkan permasalahan yang kompleks dan mendapatkan pengetahuan yang luas dari pengalaman tersebut.
    • Daya kolaborasi dan kerjasama antar siswa semakin meningkat.
    • Asah keterampilan dalam berkomunikasi dan mengolah sumber data.
    • Pengalaman baru siswa terhadap pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek hingga menyelesaikan tugas.
    • Memberikan pengalaman belajar bagi siswa yang sudah merancang dan berkembang di kehidupan nyata.
    • Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan nyaman.

    Kekurangan Pembelajaran Berdasarkan Proyek

    Itu tadi penjelasan kelebihannya yang nantinya akan didapatkan jika menerapkan pembelajaran tersebut. sedangkan kekurangan dari metode tersebut juga pastinya ada. Berikut poin kekurangannya:

    • Membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan permasalah pembelajaran berbasis proyek.
    • Biaya yang dikeluarkan banyak sehingga orang tua siswa merasa dirugikan.
    • Instruktur kurang dalam menguasai teknologi sehingga menghambat proses pembelajaran.
    • Peralatan yang digunakan diperlukan banyak sehingga perlu team teaching dalam pembelajaran.
    • Siswa akan mengalami kesulitan jika siswa memiliki kelemahan dalam percobaan dan percobaan proyek.
    • Kurangnya aktif siswa dalam kerja kelompok.
    • Topik permasalahan setiap kelompok berbeda, khawatir siswa tidak dapat memahami keseluruhan topik.

    Mengatasi Kelemahan Pembelajaran Berbasis Proyek

    Jika dilihat dari kekurangan model pembelajaran diatas dapat diatasi dengan melakukan beberapa langkah berikut ini. 

    • Guru memberikan pendampingan dan memfasilitasi siswa dalam menghadapi masalah.
    • Penyelesaian proyek membutuhkan waktu yang lama.
    • Menggunakan alat sederhana yang berada disekitarnya untuk menghemat biaya.
    • Pilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau oleh guru dan siswa.

    Demikian penjelasan mengenai pengertian serta kelebihan dan kekurangan project Based Learning yang harus dipahami untuk pemenuhan pengetahuan dan keterampilan siswa. Guna meminimalisir dari kekurangan model ini sebaiknya gunakan langkah penanganannya dan makin paham terkait kelebihan dan kekurangan project based learning.

  • Apa Yang Dimaksud dengan Model Pembelajaran Project Based Learning dan 5 Kelebihan Yang Dimilikinya

    Pertanyaan apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Project Based Learning ramai menjadi perbincangan. Khususnya di lembaga-lembaga pendidikan yang merasa model pembelajaran ini menarik untuk diterapkan di sekolah.

    Dari waktu ke waktu ada banyak metode pembelajaran yang pernah atau masih diterapkan. Tentunya setiap model tersebut hadir dengan kekurangan dan keunggulan masing-masing yang sudah dirasakan.

    Dalam mengembangkan metode pembelajaran yang terbaik telah dilakukan berbagai inovasi dan evaluasi. Salah satu model pembelajaran yang terbaru adalah Project Based Learning.

    Lantas, apa sebenarnya model pembelajaran Project Based Learning itu? Kemudian, apa kelebihan dan kelemahan yang dimiliki sehingga membuat model pembelajaran ini cukup populer? Itu semua akan dibahas dalam artikel ini.

    Apa Yang Dimaksud Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning?

    Pembahasan tentang apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Project Based Learning dapat disimak dalam uraian berikut. Penjelasan yang akan disampaikan merupakan rangkuman dari berbagai sumber yang terpercaya.

    Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran project based learning? Project-Based Learning (PBL) adalah sebuah metode pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proyek nyata yang relevan dan signifikan. Tentunya jenis proyek yang akan dikerjakan perlu memenuhi kriteria tertentu.

    Jenis proyek tersebut akan berfokus pada penerapan pengetahuan, keterampilan, dan pemecahan masalah dalam konteks kehidupan nyata. PBL hadir dengan merancang pengalaman belajar yang aktif dan kolaboratif bagi siswa.

    Dalam penerapannya siswa bekerja secara mandiri atau dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan, menyelesaikan masalah, atau menciptakan produk. Di sini siswa akan menerapkan pengetahuan dan implementasi konsep-konsep yang telah diulas.

    Pada dasarnya, PBL melibatkan pengalaman belajar yang praktis dan otentik. Melalui model pembelajaran ini siswa memainkan peran yang aktif dalam merancang, merencanakan, dan melaksanakan proyek-proyek mereka sendiri.

    Proyek-proyek ini biasanya menuntut pemecahan masalah, penelitian, investigasi, analisis data, dan kolaborasi dengan sesama siswa atau anggota komunitas. PBL juga mendorong pengembangan berbagai kemampuan yang penting.

    Contohnya adalah pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi efektif, kerja tim, kreativitas, dan pemecahan masalah yang kompleks. Hal inilah yang membuat model pembelajaran ini cukup diminati dan banyak diterapkan.

    Kelebihan Project Based Learning

    Setelah mengulas apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Project Based Learning maka topik penting selanjutnya adalah kelebihan yang dimilikinya. Dengan mengetahui hal ini maka pemilihan model pembelajaran bisa dilakukan dengan lebih objektif.

    Pada dasarnya ada banyak kelebihan yang dimiliki Project Based Learning. Menjadi salah satu bentuk pembelajaran tentunya Project Based Learning dikembangkan dengan kelebihan-kelebihan tersendiri, antara lain:

    • Pembelajaran aktif. PBL akan mengikutsertakan siswa dengan aktif di pembelajaran dengan terlibat secara langsung dalam proyek nyata. Ini akan membantu siswa agar menjadi lebih aktif dalam belajar dan meningkatkan wawasan yang lebih mendalam.
    • Relevansi dan keterhubungan. Proyek dalam PBL biasanya berhubungan dengan dunia nyata, sehingga membantu siswa membuat koneksi antara konsep-konsep akademik dengan kehidupan sehari-hari.
    • Pengembangan keterampilan. PBL mendorong pengembangan berbagai keterampilan penting seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah yang kompleks.
    • Kolaborasi dalam kelompok. PBL mengutamakan kerja tim dan kolaborasi antara siswa. Dalam pembelajaran seperti ini siswa dapat belajar bekerja bersama-sama, berbagi pengetahuan, serta menghargai peran dan perspektif orang lain.
    • Memotivasi siswa. Dalam PBL, siswa diberikan kebebasan untuk menjelajahi minat dan kekuatan mereka sendiri dalam proyek mereka. Hal ini akan menumbuhkan motivasi intrinsik dan keinginan siswa untuk belajar.

    Itulah pembahasan dari apa yang dimaksud dengan model pembelajaran Project Based Learning lengkap dengan kelebihan yang dimilikinya. Kini tidak ada lagi keraguan untuk menerapkan metode pembelajaran berbasis pemahaman projek dan bertanya tanya terkait apa yang dimaksud dengan model pembelajaran project based learning itu.

    Hal penting yang perlu diperhatikan adalah penyesuaian tugas atau proyek-proyek yang diberikan selama menjalankan Project Based Learning. Di sini perang guru akan sangat penting dan diperlukan agar pembelajaran berjalan semestinya.

    Untuk menentukan proyek apa yang paling tepat diterapkan selama pembelajaran maka guru dapat berdiskusi dengan rekan lain. Guru juga bisa meminta pendapat pada guru atau wali murid terkait proyek yang paling cocok.

    Dengan begitu maka implementasi model pembelajaran metode Project Based Learning jadi jauh lebih efektif dan pastinya tepat sasaran. Jangan lupa juga untuk senantiasa melakukan evaluasi di akhir pembelajaran.

  • 6 Kekurangan Homeschooling Yang Perlu Diketahui dan Dipertimbangkan Para Orang Tua

    Homeschooling menjadi salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan para orang tua dan keluarga saat ini. Namun, topik tentang kekurangan homeschooling menjadi salah satu hal yang jarang dibicarakan.

    Padahal, topik ini cukup penting untuk dibahas karena bisa menjadi bahan pertimbangan para orang tua dan keluarga. Dengan mengetahui kekurangannya maka para orang tua bisa melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya.

    Artikel ini akan membahas secara lengkap beberapa kekurangan yang dimiliki homeschooling. Pastikan untuk menyimak pembahasan yang ada di setiap poinnya dengan cermat agar tak ada informasi yang terlewat.

    Penting untuk digarisbawahi bahwa mungkin saja masih ada kekurangan lain yang tidak sempat dibahas, jadi cobalah untuk membaca referensi lain juga.

    6 Kekurangan Homeschooling

    Berikut 6 kekurangan homeschooling lengkap dengan pembahasan :

    1. Kurangnya Interaksi Sosial

    Salah satu kekurangan utama homeschooling adalah kurangnya interaksi sosial yang alami antara siswa dengan teman sebaya. Hal tersebut wajar, karena siswa memang akan belajar dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

    Secara tradisional, sekolah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dengan berbagai jenis orang. Dari sana para siswa dapat membangun keterampilan sosial yang penting dan hal ini kurang bisa didapatkan dari homeschooling.

    2. Keterbatasan Sumber Daya

    Homeschooling mungkin juga akan memiliki keterbatasan dalam hal sumber daya pendidikan. Orang tua yang mengajar harus mencari dan memilih kurikulum, materi ajar, dan sumber belajar yang sesuai.

    Hal ini mungkin akan mudah bagi orang tua dengan background pengajar atau pendidik. Namun, jika orang tua tidak memiliki latar belakang pendidikan kuat atau sumber daya finansial yang memadai, ini dapat menjadi tantangan.

    3. Beban Waktu dan Tanggung Jawab Orang Tua

    Sesuai namanya, model pembelajaran ini akan menghabiskan banyak waktu di rumah. Orang tua yang terlibat dalam homeschooling perlu menginvestasikan waktu dan upaya yang signifikan untuk merencanakan dan mengawasi proses pembelajaran.

    Upaya tersebut dapat membatasi waktu dan fleksibilitas orang tua untuk melakukan kegiatan lain atau mengejar karir mereka. Semua itu demi memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak.

    4. Keterbatasan Akses ke Fasilitas dan Kegiatan Ekstrakurikuler

    Salah satu keunggulan sekolah tradisional adalah akses siswa ke fasilitas dan kegiatan ekstrakurikuler seperti laboratorium, perpustakaan, olahraga, seni, dan klub. Semua fasilitas itu sendiri pada dasarnya memang milik umum.

    Dalam homeschooling, siswa mungkin tidak memiliki kesempatan yang sama bagusnya untuk terlibat dalam pengalaman tersebut. Namun, dengan sedikit usaha dari orang tua mungkin masalah ini bisa diatasi.

    5. Tanggung Jawab Evaluasi dan Pengakuan

    Evaluasi kemajuan siswa dan pengakuan resmi dapat menjadi tantangan dalam homeschooling. Kedepannya mungkin anak perlu mengikuti ujian tertentu untuk mendapat pengakuan secara resmi.

    Beberapa yurisdiksi mungkin juga memiliki persyaratan lain untuk evaluasi atau sertifikasi pendidikan. Untuk itu orang tua perlu memastikan bahwa anak mereka mampu memenuhi persyaratan tersebut.

    6. Keterbatasan Perspektif dan Keberagaman

    Dalam homeschooling, siswa mungkin terbatas dalam mendapatkan perspektif yang beragam dari teman sebaya yang berasal dari latar belakang sosial berbeda. Hal ini erat kaitannya dengan interaksi yang minim dari model pendidikan homeschooling.

    Hal tersebut akan sangat mudah didapatkan jika anak masuk sekolah tradisional dengan banyak siswa. Interaksi dengan berbagai siswa dapat membantu mengembangkan pemahaman yang lebih luas tentang dunia dan memupuk toleransi.

    Demikianlah pembahasan dari 6 kekurangan homeschooling yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih metode pendidikan ini. Dengan memahami kekurangan homeschooling dapat membantu orang tua dalam membuat keputusan yang tepat untuk anak-anak mereka.

    Meskipun homeschooling dapat memberikan fleksibilitas dan keterlibatan langsung orang tua dalam pendidikan anak, tetapi kekurangannya tidak bisa diabaikan. Semuanya perlu dipertimbangkan dengan cermat terlebih dahulu.

    Dalam memilih homeschooling, orang tua perlu menyadari konsekuensi yang mungkin timbul Ada baiknya untuk mencari cara dalam mengatasi kekurangan itu. Jadi, pada akhirnya konsep homeschooling masih sangat bisa untuk diterapkan.

    Yang paling penting adalah usaha dalam mengurangi dampak negatif yang diakibatkan oleh kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Usahakan juga untuk berdiskusi dengan orang tua lain atau pihak yang lebih paham terkait bidang ini.

  • 7 Tokoh Besar Dunia Ini Ternyata Homeschooling, Karyanya Sudah Mendunia

    7 Tokoh Besar Dunia Ini Ternyata Homeschooling, Karyanya Sudah Mendunia

    Ternyata, sekolah di rumah atau homeschooling sudah ada sejak lama dan dimanfaatkan oleh banyak tokoh besar. Mungkin banyak yang tidak percaya jika tokoh besar dunia ini ternyata homeschooling, bahkan sebagian sudah menghasilkan karya terbaik.

    Meskipun tidak sepadat ketika menempuh pendidikan formal pada umumnya, namun materi yang diajarkan di homeschooling pun sebagian besar sama.

    Tokoh Besar Dunia Ini Ternyata Homeschooling Loh

    Berikut ini ada tujuh tokoh dunia yang pernah menempuh pendidikan homeschooling.

    1. Thomas Alva Edison

    Pada awalnya memang menempuh pendidikan di sekolah umum. Dikarenakan masalah pendengaran yang dialami Thomas Alva Edison membuatnya tidak bisa mengikuti kegiatan sebagaimana mestinya. Tidak hanya itu, guru menganggap jika Thomas sangat imajinatif untuk seorang murid.

    Hal ini membuat Ibu Thomas Alva Edison memilih mengeluarkan dari sekolah umum dan mendidiknya sendiri di rumah. Kegemaran membaca buku dan melakukan eksperimen pun didukung oleh orang tuanya.

    Pengetahuan elemen mekanik, listrik dan kimia telegrafi didapatkan dari ayahnya. Dikarenakan kemampuannya, Thomas Alva Edison menjadi penemu lampu pijar, Fonograf, dan masih banyak lainnya.

    2. Walt Disney

    Dua animasi kartun melegenda yang pernah dipelopori oleh Walt Disney adalah Donald Duck dan Mickey Mouse. Pria kelahiran Chicago, 5 Desember 1901 ini merupakan produser, pemain sandiwara televisi dan film Amerika. 

    Walt Disney pernah mengambil kursus di Academy of Arts di Chicago untuk kelas malam. Tidak berselang lama akhirnya memutuskan untuk keluar dari sekolah menengah atas, lalu bergabung ke organisasi palang merah.

    Setelah keluar dari sekolah umum, Walt Disney tetap melanjutkan pendidikan dengan cara homeschooling. Dengan begitu tidak tertinggal pelajaran dengan teman sebayanya.

    3. Alexander Graham Bell

    Saat menempuh pendidikan pastinya akan menemui siapa penemu telepon bukan? Ya, jawabannya Alexander Graham Bell. Perlu diketahui bahwa tokoh besar dunia ini ternyata homeschooling di usia 10 tahun.

    Sampai umur 14 tahun, Alexander Graham Bell mendapatkan pendidikan di rumah ayahnya. Kemudian setelahnya tinggal di rumah kakeknya selama satu tahun. Di rumah kakeknya, Bell berlatih pidato dan diskusi, serta persiapan diri mendaftar ke universitas.

    Lulus dari universitas, Bell pernah menjadi dosen sampai mengajar orang bisu. Di tahun 1876 berhasil membuat telepon yang sampai saat ini terus berinovasi. 

    4. Woodrow Wilson

    Merupakan presiden Amerika Serikat ke-28 (1912-1921) dan pelopor PBB. Selain itu Woodrow Wilson ini pernah menerima Nobel Perdamaian di tahun 1919. Tokoh penting ini mendapatkan pendidikan dari ayahnya sendiri di rumah.

    Perlu diketahui sebelumnya, sampai usia 12 tahun tidak dapat membaca. Akan tetapi saat sudah dewasa, Woodrow Wilson melanjutkan pendidikan ke Universitas Princeton. Setelahnya menjadi politisi dan menjadi presiden di kala itu.

    5. Kolonel Sanders

    Penemu resep ayam goreng Kentucky Fried Chicken ini pun juga menempuh pendidikannya di rumah. Untuk menemukan resep yang pas dan banyak disukai memang tidak mudah, hingga akhirnya tidak menempuh pendidikan umum di sekolah.

    Ketika berusia 6 tahun, sang ayah meninggal dan membuat Kolonel Sanders membantu memasak untuk keluarganya. Setelah berhasil menemukan resep ayam goreng terbaik. Sebuah sekolah korespondensi memberikannya gelar hukum.

    6. Agatha Christie

    Penulis cerita dengan tema kriminal, Agatha Christie, pun tidak menempuh pendidikan umum. Nama aslinya adalah Agatha Mary Clarissa Miller, lahir di Torquay, Devon, South West England tahun 1890.

    Ternyata, penulis satu ini dikenal sebagai orang pemalu sehingga sang ibu lebih memilih homeschooling untuk anaknya. Di usia yang sangat muda, Agatha Christie sendiri sudah bisa membaca sehingga tidak menyulitkan meneruskan pendidikan meskipun dari rumah. 

    Buktinya sendiri, Agatha sudah menelurkan berbagai macam judul novel fiksi yang legendaris. Novel legendaris yang pernah dibuatnya seperti Murder in the Orient Express, After the Funeral, Death on the Nile, dan lainnya. 

    7. Wolfgang Amadeus Mozart

    Terakhir ada Mozart yang merupakan seorang komposer Austria (1756-1791). Selama masa hidupnya, Mozart sudah menghasilkan banyak karya terkenal. Mulai dari menulis simfoni lebih dari 40, 20+ string kwartet, dan masih banyak lainnya.

    Sejak tahun 1763-1766, Mozart mendapatkan pendidikan di rumah oleh ayahnya sendiri. Dengan begitu Mozart tidak akan ketinggalan pembelajaran umum dan tetap bisa menggali potensi yang dimilikinya.

    Itulah ulasan mengenai tokoh besar dunia ini ternyata homeschooling beserta alasan-alasannya. Pendidikan homeschooling membuat anak lebih memprioritaskan potensi dan bakat yang dimiliki.

  • Kelebihan dan Kekurangan YouTube Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh

    Media pembelajaran bagi siswa kini semakin beragam, bukan cuma belajar di kelas tetapi siswa juga bisa tetap belajar dari rumah misalnya lewat YouTube. Platform tersebut dipercaya bisa menjadi media belajar yang bagus di masa sekarang. Namun ada Kelebihan dan kekurangan youtube sebagai media pembelajaran yang perlu diketahui.

    Kelebihan dan Kekurangan Youtube Sebagai Media Pembelajaran

    Youtube banyak memudahkan semua orang dalam segi apapun, bahkan banyak memudahkan semua orang dalam segi pembelajaran. Akan tetapi mereka pasti memiliki kelebihan dan kekurangan youtube sebagai media pembelajaran, antara lain :

    Kelebihan YouTube untuk Media Pembelajaran

    YouTube memang dinikmati menjadi aplikasi yang punya banyak kegunaan. Contohnya ada hiburan dan juga pembelajaran yang umumnya digunakan orang pada saat membuka YouTube.

    1. Akses Mudah

    Adanya internet yang bisa diakses dari mana saja membuat akses ke aplikasi YouTube juga terpengaruh. Kini semua orang dengan smartphone ataupun perangkat lain bisa mengakses YouTube dengan lancar asalkan koneksi internet memadai.

    Banyak sudah tenaga pengajar yang memanfaatkan YouTube sebagai media pembelajaran apabila terkendala tidak bisa mengajar secara langsung. Biasanya guru akan membuat video mengajar mereka sendiri dan diunggah lewat YouTube.

    Dengan link tertentu yang disebarkan oleh guru kepada murid, mereka bisa mengaksesnya langsung. Ini jadi salah satu keunggulan yang sampai sekarang disukai oleh para pengajar.

    2. Gratis

    Akses menuju YouTube itu tidak berbayar sama sekali alias gratis. Para siswa dan pengajar bisa dengan mudah mengakses YouTube dan tidak perlu membayar biaya berlangganan apapun. Berbeda dengan media lain semacam netflix yang harus dibeli dulu paket langganannya.

    Meski begitu ada hal batasan yang dirasakan jika menggunakan YouTube gratis ini. Pertama, pengguna YouTube gratis tidak bisa menikmat konten saat keluar dari aplikasinya. Selanjutnya pengguna youtube gratis ini akan melewati iklan sebelum masuk ke video utamanya.

    3. Banyak Fitur dan Bisa Didownload

    Kelebihan lain dari YouTube adalah adanya banyak fitur yang disematkan pada aplikasi YouTube ini. Contohnya ada fitur subtitle yang bisa menerjemahkan langsung video berbahasa asing. Jadi jika menikmati pembelajaran dengan bahasa asing, para pengguna bisa mengerti tanpa perlu aplikasi translate tambahan.

    Ada juga fitur live caption yang bisa membantu siswa berkebutuhan khusus untuk bisa mengerti apa isi video yang dilihat. Misalkan penggunanya tidak bisa mendengar, ada live caption yang bisa memberitahukan apa yang sedang diucapkan oleh pemateri di video tersebut.

    Contoh lain adalah fitur autoplay yang bisa jadi kelebihan dan kekurangan youtube sebagai media pembelajaran. Disebut demikian karena fitur ini bisa jadi boomerang saat YouTube memutar otomatis video yang kurang baik.

    Buat yang memiliki keterbatasan akan kuota internet, video YouTube memang cukup menguras dari segi penggunaan internet. Apalagi jika menggunakan video yang ditonton dengan kualitas tinggi itu jelas bisa sangat menguras paket internet.

    Mengulang-ngulang video yang sama secara online juga membutuhkan kuota. Agar bisa lebih hemat tanpa perlu menyalakan internet, video tadi bisa diunduh terlebih dahulu. Jadi ini bisa mengunduhnya lewat wifi kemudian nanti bisa ditonton kapan saja jika diperlukan. Kelebihan dan kekurangan youtube sebagai media pembelajaran memiliki hal tersendiri.

    Kekurangan YouTube untuk Media Pembelajaran

    Tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan youtube sebagai media pembelajaran, selain beberapa kelebihan yang disebutkan diatas, terdapat pula banyak kekurangan YouTube yang kini masih dicari alternatifnya. Berikut beberapa kekurangan YouTube yang masih terasa saat ini.

    1. Banyak Konten Tidak Layak dan Kendala Internet

    Luasnya pengguna YouTube membuat konten yang tersedia sangat beragam apalagi dengan adanya fitur autoplay. Jadi sebagai orang tua harus berhati-hati dalam memilah mana konten yang baik untuk anak. Jangan sampai anak menonton video ujaran kebencian yang tak sengaja dilihat.

    Bukan cuma konten pembelajaran, YouTube juga memiliki banyak konten lain di luar itu. Adanya fitur autoplay yang memutar video secara acak berdasarkan rekomendasi, ditakutkan anak bisa mengakses video yang sebenarnya tidak layak ditonton olehnya.

    YouTube adalah aplikasi yang menggunakan koneksi internet agar lebih bisa maksimal. Namun jika tidak ada internet, maka tidak bisa mengakses berbagai video yang tersedia di YouTube. Solusi untuk hal ini adalah dengan mengunduh video YouTube saat ada koneksi internet.

    2. Tidak Bisa Dipantau Langsung

    Anak tidak bisa dipantau secara langsung oleh pengajar apakah anak benar-benar mengikuti video pembelajaran sampai selesai. Tidak semua anak mampu menyerap ilmu yang didapat dari hanya menonton video saja. Jadi cara ini tidak akan efektif untuk semua orang.

    3. Ketergantungan Gadget

    Pelajar atau anak juga bisa ketergantungan akan gadget berkat penggunaan YouTube sebagai sarana belajar. Anak jadi tidak bisa lepas dari gadget karena ingin menonton YouTube terus menerus. Jadi pendamping pengajar dan orang tua sangat diperlukan disini.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait kelebihan dan kekurangan youtube sebagai media pembelajaran. Singkatnya kemajuan teknologi seperti YouTube ini akan bagus jika dilakukan dengan benar dan penuh pengawasan dari orang tua dan pengajar itu sendiri. Semua hal di hidup kita pasti memiliki kelebihan dan kekurangan termasuk kelebihan dan kekurangan youtube sebagai media pembelajaran seperti disebutkan diatas, jadi harus pintar pintar dalammenggunakannya.