Belakangan homeschooling sudah semakin diminati oleh sebagian orang tua karena bisa menyesuaikan dengan kondisi tertentu yang dihadapi anak. Kira-kira siapa saja yang memerlukan homeschooling? Apakah hanya untuk yang membutuhkan kebutuhan khusus?
Sebenarnya homeschooling tidak terbatas untuk anak-anak yang mengalami kendala dalam pembelajaran formal karena kondisi fisik. Mungkin juga ada beberapa faktor pertimbangan lain dari orang tua. Untuk mengetahui selengkapnya, simak dalam penjelasan berikut.
Siapa Saja yang Memerlukan Homeschooling yang Harus Kamu Ketahui
1. Anak Disabilitas
Manusia tercipta dalam kondisi fisik yang berbeda-beda, ada yang mungkin memiliki keterbatasan fisik yang membuat kesulitan beraktivitas. Sedangkan untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan pendidikan formal mungkin bukan hal yang mudah untuk anak disabilitas.
Misalnya, untuk anak dengan keterbatasan dalam pendengaran atau penglihatan mungkin memerlukan metode pembelajaran khusus. Sedangkan tidak banyak sekolah formal menyediakan layanan dan pembelajaran yang cocok untuk mendukung disabilitas.
Untuk itu homeschooling bisa menjadi solusi yang tepat supaya anak tetap bisa belajar dengan metode pembelajaran yang sesuai. Anak juga menjadi lebih nyaman dan orang tua tetap bisa memberikan pengawasan yang lebih baik.
2. Pengidap Penyakit Tertentu
Diketahui bahwa sekolah memiliki kurikulum dan beberapa aktivitas ekstrakurikuler yang wajib untuk diikuti pelajar. Rangkaian aktivitas harian dan berbagai tugas tambahan dari sekolah mungkin bisa melelahkan bagi anak dengan kondisi sakit yang cukup parah.
Tidak dapat dipungkiri hal ini membuat orang tua ragu dengan pendidikan formal karena kondisi kesehatan anak yang lemah. Kondisi yang mungkin tidak banyak dialami oleh seseorang yang mana tidak memungkinkan untuk menjalani aktivitas secara normal.
Jadilah homeschooling sebagai alternatif yang tetap mendukung pendidikan anak, tetapi juga aman untuk kesehatan anak. Bahkan jadwal belajar juga bisa disesuaikan mungkin ada kalanya anak perlu melakukan pemeriksaan rutin dengan ahli kesehatan.
3. Anak dengan ADHD
Siapa saja yang memerlukan homeschooling, selain anak dengan kondisi disabilitas dan masalah kesehatan rentan? Sebenarnya kondisi anak yang kesulitan berkonsentrasi juga bisa dialihkan untuk menjalani homeschooling daripada memaksakan mengikuti sekolah formal.
Diketahui bahwa ada kondisi yang disebut dengan ADHD atau gangguan perilaku yang berpengaruh pada konsentrasi. Anak yang mengalami kondisi ini akan kesulitan dalam fokus dan menyerap pembelajaran di kelas apalagi membutuhkan konsentrasi selama berjam-jam.
Belum lagi dengan adanya perilaku hiperaktif yang mungkin akan membuat anak tidak bisa hanya duduk diam. Kondisi ini juga bisa mengganggu kegiatan pembelajaran di kelas sehingga lebih disarankan untuk melakukan homeschooling, sambil menjalani terapi tertentu.
4. Disleksia
Masih seputar gangguan kesehatan yang mungkin tidak banyak dialami seseorang yang berpengaruh pada proses belajar, yakni disleksia. Kondisi ini dipicu karena adanya gangguan pada sistem saraf di otak yang membuat penderita kesulitan memproses bahasa.
Secara umum, kondisi disleksia dapat dikenali dengan adanya kesulitan anak untuk mengeja, membaca, maupun menulis kata-kata. Meski demikian, kondisi ini tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan seseorang, hanya perlu metode pembelajaran khusus.
Bagi penderita disleksia mungkin perlu penanganan khusus terutama agar anak bisa belajar mencerna dan mengolah bahasa. Dengan homeschooling, anak bisa lebih nyaman belajar dan menyerap materi dengan metode pembelajaran khusus untuk kondisi disleksia.
5. Penderita OCD
Anak dengan kondisi yang rentan merasa ketakutan dan cemas seperti halnya penderita OCD merupakan salah satu yang perlu homeschooling. Sebab, anak dengan kondisi ini juga memiliki kendala dalam konsentrasi dalam pembelajaran dan tugas dari sekolah.
Indikasi kecemasan tidak bisa sembarang disimpulkan, jadi apabila merasa ada gejala pada anak sebaiknya konsultasikan dulu ke psikiater. Bagaimana pun ahli kejiwaan yang memiliki standar khusus untuk bisa menyimpulkan kondisi seseorang.
Mungkin ada beberapa yang bisa melakukan terapi untuk mengatasi kondisi kejiwaan ini dan kadang didukung dengan obat-obat khusus. Tidak menutup kemungkinan dengan penanganan yang tepat, anak dengan OCD tetap bisa menyerap pembelajaran dengan baik.
6. Menjalani Kegiatan Padat
Selain dari kondisi medis, sebenarnya ada pula faktor lain yang membuat orang tua mendukung anaknya untuk homeschooling. Misalnya seperti yang dilakukan beberapa artis atau atlet muda dengan jadwal kegiatan padat sehingga tidak memungkinkan sekolah formal.
Kini sudah tahu siapa saja yang memerlukan homeschooling sehingga kelak orang tua tidak perlu memaksakan kondisi anak. Bagaimana pun pendidikan merupakan bekal penting ketika kelak beranjak dewasa sehingga tidak boleh disepelekan.
