Pada dasarnya anak-anak memang mampu belajar mandiri dengan memperhatikan dan meniru sekitarnya, namun tentu orang tua tetap harus terlibat. Salah satunya dalam mengajari anak sopan santun yang nantinya bisa membuat anak menjadi sosok yang baik.

Seorang anak yang pandai bersopan santun akan memiliki keunggulan dan menjadi pribadi yang disegani. Maka, untuk bisa membentuk anak begitu sopan dan santun, berikut hal-hal yang harus dilakukan setiap orang tua.

Beberapa Cara Mengajari Anak Sopan Santun Yang Bisa Para Orang Tua Terapkan

1. Mengenalkan Perkataan yang Sopan Kepada Anak

Tujuan dari mengajari anak sopan santun adalah agar bisa membantu mengembangkan jiwa sosial anak. Sebagai seorang peniru ulung, anak memang sangat mudah meniru orang terdekatnya.

Hal ini bisa dimanfaatkan orangtua untuk membiasakan anak berkata sopan pada orang lain. Biasakanlah untuk mengucapkan kata-kata seperti tolong, permisi, terima kasih dan sebagainya.

Jika anak sering mendengar dan melihat orang terdekatnya mengucapkan kata-kata tersebut pada akhirnya anak pun menirunya. Jelaskan pada anak bahwa kata-kata tersebut merupakan kalimat yang harus diucapkan pada situasi tertentu : 

2. Berikan Pujian Sebagai Bentuk Penghargaan

Mengajari anak sopan santun tidak hanya melibatkan pemberian contoh saja tetapi juga bisa dalam bentuk memberikan pujian. Saat melihat anak bersikap cukup baik dan sopan dimana saja, berikanlah pujian agar anak tahu perbuatannya adalah baik.

Ketika memperoleh pujian yang tulus dari orang tuanya tersebut, anak tentu akan merasa sangat bahagia. Dengan demikian secara tidak langsung dirinya akan terdorong untuk terus bersikap sopan.

Namun, dalam pemberian pujian ini juga tidak boleh berlebihan, terutama pada hal yang memang sudah seharusnya dilakukan. Orang tua harus pintar mengolah mana yang perlu dipuji agar bisa meningkatkan usahanya.

3. Tidak Asal Dalam Mengoreksi Anak

Orang tua pada umumnya sangat suka mengoreksi perbuatan anak yang dinilai kurang pas secara tergesa-gesa. Padahal, jika cara koreksinya tidak tepat hal tersebut bisa menjadi awal ketidaknyamanan sang anak.

Dalam mengoreksi anak, pilihan kata dan cara berbicara harus dipikirkan karena berpengaruh pada respons anak. Anak akan merasa sedih, terguncang, dan bahkan marah jika maksud untuk mengoreksi anak dilakukan dengan membentak. 

Setiap orang tua memang memiliki pola asuh yang cukup berbeda-beda namun semuanya pasti menggunakan sikap yang lembut. Sebab, hal ini lebih dapat diterima oleh anak dan aman bagi psikologisnya.

4. Konsisten Tetapi Jangan Memaksa

Mengajari anak sopan santun memang butuh kesabaran karena tidak instan langsung berhasil. Orang tua harus konsisten untuk terus melakukannya mungkin untuk waktu yang cukup lama.

Selain itu, seluruh prosesnya pun  tidak boleh dilakukan dengan paksaan, konsisten namun tanpa memaksa. Jadi, sampaikan hal mengenai kesopanan dan contoh perilakunya secara berkelanjutan.

Langkah lainnya untuk mengajari anak sopan santun adalah dengan mempersiapkan dan memberitahu sikap yang sebaiknya dilakukan anak sebelum bertemu banyak orang. Ceritakan pada anak jika sebentar lagi anak akan bertemu dengan teman atau saudara orang tua jadi harus bersikap sopan.

5. Manfaatkan Momen Bersama

Kebersamaan terutama saat sedang makan bersama adalah kesempatan terbaik untuk latihan. Berikanlah simulasi yang tepat bagaimana berperan dan bersikap kepada siapa saja dengan sederhana.

Misalnya, ketika akan mengambil makanan yang jauh dari jangkauan minta tolonglah kepada orang yang mudah mengambilnya dengan sopan. Selanjutnya perlu mengucapkan terimakasih kepada orang tersebut sambil tersenyum.

6. Belajar Dari Film atau Cerita

Sekarang ini banyak film, video, maupun cerita mengenai pendidikan anak termasuk juga dalam hal kesopanan. Orang tua bisa mengajak anak menontonnya bersama dan mengomentari perilaku anak yang sopan pada tontonan.

Itulah penjabaran bagaimana mengajari anak sopan santun yang bisa juga dilakukan langsung oleh orang tua manapun. Lakukan semua prosesnya dengan senang maka, tidak akan ada kesulitan apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *