Apa saja dampak negatif homeschooling yang harus diketahui oleh orang tua dan anak? Mengingat bahwa sistem pembelajaran seperti ini akan sangat memberikan dampak yang beragam. Baik dampak positif maupun dampak negatif kepada si anak nantinya.

Masih banyak yang belum tahu apa itu homeschooling dan seperti apa model pembelajaran yang diberlakukan. Sehingga artikel kali ini akan membahasnya satu persatu secara rinci agar dapat dengan mudah dipahami oleh siapapun yang mencari pemahamannya.

Seperti Apa Homeschooling?

Sebelum membahas mengenai dampak negatif homeschooling, perlu diketahui terlebih dahulu apa pengertiannya. Mengapa banyak yang menerapkan sistem belajar seperti ini untuk anak. Apakah dengan sistem belajar ini  banyak manfaatnya atau malah banyak kerugiannya bagi anak?

Secara umum, homeschooling diartikan sebagai “sekolah rumah” dimana maksudnya adalah anak yang bersekolah lewat rumahnya. Dalam hal ini, yang menentukan kurikulum serta peraturan sekolah anak adalah orang tuanya sendiri dengan penerapan sekolah berbasis pendidikan rumahan.

Meskipun kedengarannya homeschooling dilakukan oleh orang tuanya sendiri, namun perlu juga mengundang guru private. Guru tersebut akan didatangkan ke rumah untuk mengajari anak mata pelajaran yang ditentukan. Orang tua juga bisa mendaftarkan anaknya mengikuti  kursus.

Banyak hal yang harus orang tua persiapkan sebelum memutuskan mengambil sistem belajar homeschooling bagi anak. Antara lain meliputi kondisi kesiapan orang tua, aspek psikologis anak, cara membangun kebiasaan belajar yang tidak jenuh, dan banyak lainnya.

Apa Saja Dampak Negatif Homeschooling?

Setelah memahami gambaran dari homeschooling, pasti harus tahu bagaimana dampak negatif homeschooling, entah dampak positif maupun negatif. Hal ini perlu dipahami orang tua agar bisa memikirkan konsekuensinya dalam memberikan pendidikan bagi anak. Simak ulasan berikut untuk uraiannya.

1. Kurangnya Interaksi dengan Teman

Seperti yang sudah diketahui, bahwa ketika belajar di sekolah anak akan bertemu dengan banyak teman lain. Sebaliknya ketika belajar di rumah, anak akan sendirian tanpa adanya interaksi lebih dengan teman temannya sehingga temannya hanya itu-itu saja.

Dengan ini, homeschooling memberikan dampak negatif berupa kurang adanya interaksi anak dengan temannya. Apalagi ketika waktu yang dimiliki hanya dijadikan sebagai waktu belajar saja. Dari sini pasti anak akan jarang berinteraksi dengan teman yang lain.

2. Anak Tidak Terlatih Berkompetisi

Dampak negatif homeschooling berikut ini adalah anak yang tidak terbiasa melakukan kompetisi atau pertandingan konteks pendidikan melawan temannya. Seperti yang diketahui, bahwa sistem pembelajaran di sekolah sering diajarkan adanya kompetisi seperti lomba yang melawan teman-temannya.

Dikarenakan anak belajar sendirian di rumah ditemani dengan guru privatenya, maka anak akan belajar secara mandiri tanpa gangguan teman. Dalam hal ini juga tidak ada yang namanya pesaing sehingga anak tidak akan terbiasa melakukan kompetisi.

3. Kehidupan Sosial Tak Seimbang

Dampak ini menjadi dampak yang paling terlihat dari pada sebelumnya karena tidak ada kehidupan sosial. Hal ini dikarenakan anak tidak ada interaksi sosial dengan orang lain atau teman sebayanya dikarenakan proses belajar sendirian di rumahnya.

Kurangnya interaksi ini tentu saja memiliki pengaruh yang krusial dalam pertumbuhan emosional anak. Anak menjadi tidak terbiasa berorganisasi, kesulitan menyelesaikan masalah, tidak terbiasa bekerjasama dalam tim, dan lainnya. Semua ini karena anak terbiasa melakukannya sendirian.

4. Lemahnya Daya Saing dan Juang Anak

Dampak negatif homeschooling adalah lemahnya daya saing dan juang anak dalam mengemban pendidikan selama sekolah. Sebagai contoh, anak yang belajar di sekolah dengan temannya, akan muncul sikap peer pressure untuk bisa mempertahankan prestasi di kelasnya.

Dalam hal ini, akan membuat anak menjadi individu yang egois dan lambat dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Anak tidak akan memiliki semangat yang tinggi dalam belajar karena tidak adanya tuntutan untuk bersaing dengan teman sebayanya.

5. Tidak Ada Standarisasi Kurikulum

Dikarenakan sistem pembelajarannya yang dilakukan di rumah, dapat menimbulkan dampak negatif homeschooling yang mana tidak adanya standarisasi kurikulum. Kurikulum pembelajaran yang nantinya menyebabkan anak mengalami ketertinggalan materi yang seharusnya diatur dalam standarisasi ilmu pengetahuan sewajarnya.

Dalam hal ini anak akan mengalami kerugian ketertinggalan materi dengan temannya yang di sekolah apabila guru homeschoolingnya tidak mengupdate pelajaran. Sehingga gurunya diharuskan untuk menyamakan materi yang hendak disampaikan dengan materi pelajaran yang ada.

Itulah beberapa dampak negatif homeschooling yang harus dipahami oleh orang tua sebelum memutuskan memberikan anak sistem belajar di rumah. Meski terbilang banyak manfaatnya, namun orang tua jangan sampai mengabaikan dampak negatif ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *