Setiap anak memiliki keunikan di dalam dirinya, entah itu kebiasaannya ataupun karakternya. Ada anak yang berkarakter lembut dan juga keras kepala. Tentunya, cara mendidik anak keras kepala akan berbeda dengan cara mendidik anak berkarakter lainnya.
Jika orangtua berpikir bahwa cara menghadapi anak keras kepala adalah dengan marah-marah, hal itu sama sekali tidak tepat. Ada cara tersendiri yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak dengan sifat seperti itu. Penasaran? Berikut penjelasan singkatnya:
1. Memahami Anak dan Mengajaknya Berkomunikasi Dua Arah
Anak menjadi keras kepala bukan tanpa alasan. Bisa jadi, anak sedang dalam kondisi stress, sedih, atau takut, sehingga membentuk dirinya menjadi keras kepala. Di saat seperti ini, orangtua jangan menjadi sosok yang otoriter bagi anak.
Jika bisa, cobalah untuk bernegosiasi terlebih dahulu pada anak mengenai masalah yang sedang dihadapi. Contohnya, ketika anak bersikeras tidak mau tidur siang. Dengan negosiasi, anak merasa dihargai sehingga akhirnya akan menurut karena percaya pada orangtuanya.
Cobalah untuk memberikan pengertian kepada anak mengenai hal yang sedang terjadi saat itu dengan jelas. Jika anak masih keras kepala, berikanlah pilihan, bukan langsung menyuruh anak melakukan perkara A, B, maupun C sesuai keinginan orangtuanya.
2. Memberikan Contoh yang Baik Bagi Anak
Anak-anak yang masih kecil bisa diibaratkan seperti memiliki otak seperti spons, karena menyerap hal apapun di sekitarnya. Pribadi anak terbentuk menjadi keras kepala bisa jadi karena kedua orang tuanyalah yang mencontohkan hal seperti itu di rumah.
Karena itu, tunjukkanlah contoh sikap dan perilaku yang baik pada anak di dalam cara mendidik anak keras kepala. Jangan malah bertengkar atau berdebat mengenai hal-hal yang seharusnya tidak diketahui oleh anak secara terang-terangan di depannya.
Orang Tualah adalah pihak yang paling berperan penting dan bertanggung jawab dalam menempa dan membentuk sifat anak. Jika anak tumbuh dalam hubungan ibu dan ayah yang harmonis, akan timbul dampak baik terhadap perkembangan emosi dan mentalnya.
3. Mendengarkan Pendapat Anak dan Mengajaknya untuk Bicara
Anak punya alasan sendiri membuat dirinya menjadi keras kepala. Oleh karena itu, bicara dari hati ke hati, mengajaknya diskusi, mendengar pendapatnya adalah hal penting. Cobalah untuk mendalami perspektif anak terhadap masalah yang sedang dihadapi olehnya.
Saat sedang berargumen, jangan langsung memotong apa yang diutarakan anak. Dengarkan dulu argumennya sampai ia benar-benar lega. Setelah anak sudah dalam posisi yang lebih tenang, barulah berikan pemahaman. Anak-anak lebih mudah mengerti dalam posisi tenang.
4. Memposisikan Diri Sebagai Teman Baik Anak
Terkadang, cara mendidik anak keras kepala bukanlah dengan terus berposisi sebagai orang tuanya, namun berposisi sebagai teman baik bagi sang anak. Bagaimana cara melakukannya? Cobalah ajak anak untuk bekerja sama dalam melakukan berbagai hal di rumah.
Saat anak membutuhkan teman atau membutuhkan support system, hadirlah di sisinya. Sebab, kehadiran seseorang di sisi anak saat membutuhkan adalah hal yang penting. Dengan memposisikan diri seperti itu, anak akan merasa dihargai dan tidak kesepian.
Tentunya, lakukanlah hal tersebut ketika anak merasa mau. Lakukanlah dengan perlahan dan tidak memaksakan diri. Apapun hal yang dipaksakan kepada anak tidak akan berhasil baik jika cara melakukannya sendiri sudah dengan cara yang tidak baik.
5. Membangun Suasana Kondusif yang Menyenangkan di Rumah
Anak yang bahagia lahir dari keluarga yang menyenangkan. Oleh karena itu, untuk membentuk karakternya, cara mendidik anak keras kepala juga harus dengan cara yang menyenangkan. Semua bisa dimulai dengan menciptakan lingkungan yang menyenangkan di rumah.
Buatlah kondisi keluarga yang selalu damai, tenang, dan positif. Kebiasaan seperti ini akan membentuk karakter anak yang lebih kalem dan tidak keras kepala. Tapi, tidak bisa instan ya! Orangtua harus sabar dan konsisten dalam melakukannya.
6. Membuat Sebuah Perjanjian dengan Anak
Cara mendidik anak keras kepala, orangtua sangat boleh tegas dalam mendidik anak-anaknya agar tidak menjadi anak yang keras kepala dalam hal negatif. Caranya, dengan mengarahkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Ketika di rumah, cobalah membuat daftar rutinitas yang disepakati bersama-sama.
Selain memiliki rutinitas yang disetujui bersama, berikanlah sistem konsekuensi untuk hukuman yang disetujui bersama jika melanggar kesepakatan. Namun, tentu tidak terbatas hukuman saja, berikanlah juga reward berupa pujian jika anak berhasil melakukan hal-hal yang baik.
Mendidik anak memang hal challenging untuk orangtua manapun, apalagi jika anak terlanjur menjadi pribadi keras kepala. Cara mendidik anak keras kepala memang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun, apapun halangannya, nikmatilah masa-masa mendidik anak seperti ini ya!
