Penting sekali untuk membimbing anak agar bisa belajar dari kekalahan di rumah maupun di sekolah. Hal wajar apabila seorang anak pernah mengalami sebuah kekalahan. Bisa saat bertanding, adu pendapat, atau yang lainnya.
Namun, banyak anak yang tidak bisa menerima kekalahan dan justru menyalahkan keadaan. Oleh sebab itu, mengajarkan anak sejak dini untuk menghadapi kekalahan sangat penting. Simak ulasan cara untuk mengajarkan anak bisa menerima kekalahan di bawah ini:
1. Tetap Belajar
Pertama yaitu dengan cara mengajarkan anak agar tetap belajar dan tidak pantang menyerah. Kondisi kalah tentu saja tidak diinginkan oleh mayoritas anak. Sebagai orang tua harus bisa tetap memberi semangat dan motivasi pada masing-masing anak.
Apabila bisa menerima kekalahan dengan lapang dada maka akan meraih kesuksesan pada pertandingan selanjutnya. Sebab, orang tua akan mengajari anak untuk melakukan evaluasi penyebab kekalahan, sehingga, timbul semangat untuk belajar.
2. Menghargai Sebuah Kekalahan
Ada cara belajar dari kekalahan dengan menghargai arti dari kekalahan itu. Seorang anak membutuhkan pendamping saat tidak menang. Hal tersebut wajar karena biasanya kondisi anak sedih, marah, dan kadang ada yang menyerah.
Perlu sekali mengajarkan untuk lebih menghargai kekalahan agar berhasil di lain kesempatan. Orang tua memiliki peranan penting dalam tahapan ini dan sangat dibutuhkan anak. Sebab orang tua yang akan memberi arahan dan nasihat pada anak.
3. Belajar Sportif
Terdapat cara yang bisa dilakukan untuk mengajari anak bisa menerima kekalahan sejak kecil. Orang tua bisa membimbing anak untuk bersikap sportif dalam berbagai situasi. Bisa diterapkan di lingkungan rumah, keluarga, hingga sekolah.
Banyak anak yang sulit untuk bersikap sportif apabila mengalami kekalahan. Hal tersebut wajar karena posisi menang diinginkan oleh setiap anak. Oleh sebab itu, anak perlu untuk diajarkan sikap sportif ini sejak dini.
4. Ajari Berjuang Keras
Sebagai orang tua mengajarkan anak untuk tetap berjuang keras meraih keinginan untuk menang. Dengan demikian anak akan memiliki daya juang yang tinggi, apabila mengalami kekalahan. Kebiasaan ini akan dibawa sampai kelak dewasa.
5. Ajari Berempati
Tidak ada salahnya untuk melatih anak agar bisa berempati. Orang tua bisa memberi bimbingan pada anak untuk membayangkan jika ada di posisi pemenang pasti akan merasa senang. Sebaliknya, apabila di posisi kalah juga jangan terlalu larut dalam kesedihan.
6. Memberi Contoh
Saat menemani anak bermain bisa memberi contoh sikap yang benar saat menerima kemenangan dan kekalahan. Ajarkan untuk selalu lapang dada dan tidak protes saat kalah. Bisa juga mengajarkan anak untuk memberi selamat untuk yang menang.
Anak akan pandai meniru semua ucapan dan tindakan orang tua. Saat bermain adalah waktu tepat untuk mengajarkan anak agar bisa menyikapi kondisi saat menang ataupun kalah. Orang tua sebagai fasilitator utama untuk memberi contoh baik pada anak.
7. Jangan Selalu Mengalah
Berikutnya cara mengajarkan untuk belajar dari kekalahan sebaiknya hindari sikap mengalah saat bermain. Hal tersebut akan membuat anak tidak mudah menerima kekalahan saat kalah. Perlu menempatkan anak pada posisi yang kalah agar mengerti makna kekalahan.
8. Berlatih Di Rumah
Orang tua bisa melatih anak saat bermain bersama anggota keluarga lainnya. Dalam keadaan ini ajarkan bahwa dalam permainan tidak selalu menang. Sebagai orang tua bisa melatih anak untuk menerima kekalahan dengan bijak.
9. Menjelaskan Penyebab Kekalahan
Cara selanjutnya sebagai orang tua harus bijak menjelaskan penyebab kekalahan yang dialami oleh anak. Bertujuan agar anak tidak menyalahkan si pemenang dan menyalahkan diri sendiri. Anak penting sekali untuk tahu penyebab bisa mengalami kekalahan.
10. Belajar dari Pemenang
Terakhir yaitu mengajarkan anak untuk belajar kemenangan dari pemenang. Dalam hal ini anak diajarkan untuk tahu penyebab lawannya bisa meraih kemenangan. Dengan cara seperti itu maka anak akan bisa belajar untuk melakukan evaluasi dan menerima kekalahan dengan baik.
Demikian penjelasan terkait belajar dari kekalahan yang harus diajarkan orang tua pada anak. Perlahan memberi bimbingan dan arahan agar anak bisa mengerti. Tidak perlu memarahi dan menghakimi anak saat di posisi kalah.
