Setiap generasi membutuhkan penanganan khusus sesuai dengan zamannya. Saat ini, generasi alpha sedang memasuki masa pertumbuhan sehingga butuh cara mendidik generasi alpha yang tepat. Agar generasi alpha menjadi pribadi yang tangguh, mari simak artikel ini.
Apa Itu Generasi Alpha?
Dimulai dari tahun 2010, era generasi alpha sudah memasuki masanya. Anak-anak yang lahir pada tahun tersebut hingga nanti di tahun 2025 akan menghadapi tantangan sebagai generasi alpha. Tentu saja cara mendidik generasi ini harus berbeda dengan generasi sebelumnya.
Sebelumnya, perlu diketahui apa itu generasi alpha. Anak-anak yang lahir di tahun tersebut digolongkan menjadi generasi alpha. Kebanyakan adalah anak-anak dari generasi milenial. Tantangan yang paling utama adalah anak-anak akan sangat akrab dengan gawai dan teknologi canggih.
Hal ini tentu membuat anak-anak dari generasi alpha akan merasakan berbagai kemudahan. Disamping kemudahan itu, tentu akan banyak tantangan yang akan dihadapi. Misalnya saja, anak yang menginginkan hal yang serba instan dan juga pengaruh terhadap pertumbuhannya.
Karenanya, orangtua harus memutar otak lebih sehingga dapat menemukan cara mendidik generasi alpha yang cocok untuk diterapkan. Cara mendidik yang diterapkan juga harus disesuaikan dengan tantangan yang didapatkan seperti tantangan gawai dan pola perkembangan yang berbeda.
Bagaimana Mendidik Generasi Alpha dengan Tepat?
Berbeda generasi artinya berbeda juga cara yang harus diterapkan untuk mendidik anak. Orangtua kini harus menemukan cara mendidik generasi alpha karena kini adalah eranya generasi alpha. Untuk itu, perhatikan hal-hal berikut
1. Memberikan Bimbingan Pada Anak dalam Banyak Hal
Dari masa ke masa tentu memberikan bimbingan dalam berbagai hal menjadi satu cara mendidik yang paling baik. Namun tentunya pada generasi yang berbeda, dibutuhkan cara dan jenis bimbingan yang berbeda. Tentunya bimbingan tersebut disesuaikan dengan tantangan zamannya.
Untuk menghadapi generasi alpha, bimbingan dalam pemanfaatan teknologi sangat penting. Namun jangan lupakan bimbingan tentang nilai agama yang juga harus diutamakan. Dengan begitu, anak generasi alpha akan tahu bagaimana harus menyikapi hal-hal di sekelilingnya.
2. Menjadi Contoh Teladan Baik untuk Anak
Mendidik anak tidak terlepas dari memberinya contoh sebagai teladan yang baik. Jadi, dalam mendidik anak tidak hanya sekedar perkataan saja. Anak akan lebih mudah menerapkannya jika mendapatkan contoh yang baik terutama dari orangtuanya.
Dengan begitu, cara yang paling tepat adalah dengan menjadi teladan bagi anak. Jangan sampai anak merasa didikan orangtuanya hanya sekedar kata-kata yang tidak diterapkan. Bisa saja anak jadi meremehkan hal yang diajarkan oleh orangtuanya.
3. Menciptakan Ruang Tumbuh yang Positif
Perkembangan anak sangat ditentukan dengan lingkungan sekitarnya yang menjadi ruang tumbuh anaknya. Semakin kesini, semakin banyak tuntutan untuk perkembangan anak di generasi ini. Tentunya akan dibutuhkan ruang tumbuh yang semakin luas untuk anak generasi alpha.
Hal ini bisa didukung dengan orangtua yang menyediakan ruang tumbuh bagi anak. Ruang tumbuh harus memiliki kesan positif. Orangtua bisa mengisinya dengan banyak kasih sayang, dukungan, serta didikan yang tegas namun tidak menekan anak untuk tumbuh.
4. Menjadikan Gawai Sebagai Sarana Edukasi
Karena generasi alpha sangat akrab dengan gawai dan teknologi, menyingkirkannya bukan menjadi hal yang tepat. Namun bagaimana jika gawai malah memberikan banyak efek buruk bagi anak? Bukankah hal tersebut justru akan mengacaukan didikan orangtua yang sudah terbentuk?
Disinilah peran orangtua muncul. Gawai yang sangat dekat dengan anak bisa diawasi penggunaannya. Dengan segala upaya, penggunaan gawai harus dengan pengawasan. Tak lupa, gawai juga bisa dijadikan sarana mendidik anak alih-alih menjadi pengaruh buruk bagi anak.
5. Mengembangkan Kemampuan Bersosialisasi Anak
Yang terakhir adalah terkait dengan kemampuan anak bersosialisasi di dunia nyata. Anak yang akrab dengan gawai tentu akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. berkomunikasi pun akan lebih mudah dilakukan melalui gawai yang digunakan anak-anak.
Untuk itu, pengembangan kemampuan sosialisasi wajib diajarkan untuk mengimbangi hal tersebut. Tujuannya tentu agar anak juga terbiasa saat harus melakukan interaksi langsung. Bagaimanapun, komunikasi dua arah adalah cara terbaik untuk mengembangkannya.
Setiap anak dari generasi yang berbeda tentu butuh penerapan cara mendidik yang berbeda pula. Untuk menghadapi generasi alpha, tentu dibutuhkan cara mendidik generasi alpha yang tepat juga. Dengan begitu, generasi alpha akan siap menghadapi tantangan generasinya.
