Ada banyak alasan memilih homeschooling yang dianut oleh orang tua atau keluarga. Homeschooling banyak dipilih serta dijadikan sebagai alternatif akses pendidikan untuk anak. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan banyak alasan yang akan dibahas tuntas dalam artikel ini.
Homeschooling sendiri hadir dengan konsep yang cukup unik dan membuat banyak orang tua tertarik untuk mengikutkan anak-anak ke dalam sesi homeschooling. Namun, tentu saja ada banyak aspek seperti kekurangan atau kelebihan yang perlu diperhatikan para orang tua.
Dari sekian banyak alasan dari orang tua, ada beberapa yang cukup populer. Berikut akan disajikan pembahasan tentang 6 alasan memilih homeschooling menurut orang tua!
1. Penyesuaian Kurikulum Yang Lebih Mudah
Alasan pertama dan mungkin jadi yang utama dari orang tua yang memilih homeschooling adalah kemudahan dalam menyesuaikan kurikulum. Kurikulum yang diterapkan dapat dibuat agar sesuai dengan kebutuhan dan minat anak.
Melalui homeschooling, orang tua dapat merancang program pendidikan yang sesuai dengan kecepatan atau gaya belajar dan minat khusus yang dimiliki anaknya. Ini bisa membantu anak untuk lebih fokus.
2. Pengaturan Waktu yang Fleksibel
Dalam homeschooling, keluarga memiliki kebebasan dalam mengatur dan menentukan jadwal belajar. Tidak hanya orang tua, anak juga dapat memilih jam belajar sendiri secara fleksibel. Juga dapat menyesuaikan waktu belajar dengan kegiatan lain, seperti perjalanan, kunjungan ke museum, atau terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Fleksibilitas yang dihadirkan homeschooling ini memungkinkan anak untuk belajar dengan lebih nyaman dan memanfaatkan momen pembelajaran di luar buku teks. Lagipula, ada beberapa anak yang mungkin lebih nyaman untuk belajar saat malam atau pagi hari sehingga penyesuaian waktu ini bisa jadi hal yang krusial.
3. Lingkungan Belajar yang Aman
Dalam homeschooling, anak-anak tidak akan terpapar oleh tekanan sosial dan tantangan yang sering terjadi di lingkungan sekolah tradisional. Peserta dapat belajar dalam lingkungan yang nyaman dan pastinya aman di rumah. Kondisi seperti ini dapat membantu mengurangi gangguan dan menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk belajar.
Dalam sesi homeschooling orang tua juga dapat mengontrol pengaruh yang anak-anak terima dan memberikan nilai-nilai yang dianggap penting. Dengan menjalani homeschooling maka anak juga akan terhindar dari bullying yang saat ini cukup marak terjadi.
4. Perhatian Yang Lebih Terfokus
Layaknya les privat, dalam homeschooling anak-anak dapat menerima perhatian individual yang lebih intensif dari orang tua atau tutor. Ini memungkinkan anak-anak untuk memperoleh bimbingan dan dukungan yang bersifat lebih personal dalam sesi pembelajaran.
Orang tua atau tutor dapat lebih mudah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anak serta memberikan perhatian khusus pada area yang membutuhkan peningkatan.
Hal ini tentunya bertolak belakang dengan sekolah tradisional yang lebih bersifat general. Bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus tentunya konsep seperti ini mungkin akan kurang cocok sehingga homeschooling dapat jadi opsi lain untuk dicoba.
5. Keseimbangan Hidup dan Belajar
Melalui sesi pembelajaran homeschooling anak-anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keseimbangan yang sehat antara hidup dan belajar. Peserta bisa dengan bebas mengatur waktu untuk mengejar minat dan hobi lain di luar mata pelajaran akademik. Contohnya seperti olahraga, seni, atau musik.
Dengan adanya keseimbangan ini akan membantu untuk mengembangkan kreativitas, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial dengan lebih baik. Selain itu, dengan adanya sesi bermain di sela-sela kegiatan belajar juga akan meminimalisir kemungkinan stress pada anak.
6. Kebebasan Belajar Secara Mandiri
Homeschooling mampu memberi anak-anak kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengembangkan keterampilan diri yang dianggap penting. Anak dapat belajar dengan memilih ritme sendiri sambil menggali minatnya secara mendalam. Tidak hanya terpaku pada kurikulum yang kaku.
Demikianlah ulasan tentang 6 alasan memilih homeschooling menurut beberapa orang tua. Dari sekian banyak poin yang telah dipaparkan, unsur kebebasan memang cukup kental dalam homeschooling. Itulah yang akhirnya membuat banyak orang tua memilih homeschooling sebagai model pembelajaran bagi anak-anaknya.
Pada akhirnya, pemilihan akses pendidikan yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jika memang sesuai maka homeschooling bisa jadi salah satu opsi terbaik untuk memberi akses pendidikan pada anak.
