Homeschooling merupakan salah satu sistem pendidikan yang dalam penerapannya dilakukan di rumah. Ada banyak sekali metode pembelajaran homeschooling yang dapat diterapkan, baik oleh orang tua atau tenaga pendidik terkait.
Sampai saat ini, ada sekitar 6 metode pembelajaran yang bisa diterapkan pada homeschooling. Nah, apa sajakah itu? Untuk lebih jelasnya, simak pemaparannya dalam artikel berikut ini.
Macam-macam Homeschooling
Sebelum mengetahui metodenya, orang tua dan tenaga pendidik wajib tahu tentang macam-macam homeschooling. Dalam pengerjaannya, homeschooling dipisah ke dalam 3 jenis, yaitu:
1. Tunggal
Pada homeschooling tunggal, kegiatan pembelajarannya hanya melibatkan pada satu keluarga saja alias lebih privat. Dalam penerapannya, pihak terkait akan mengedepankan sisi fleksibilitas dan kenyamanan anak.
2. Majemuk
Berbeda dengan jenis homeschooling sebelumnya, pada homeschooling majemuk, pihak penyelenggara dapat menggabungkan dua keluarga sekaligus. Dan dalam penerapannya, ada banyak sekali kegiatan serta aktivitas yang dapat memicu semangat anak dalam belajar.
3. Komunitas
Hampir sama dengan homeschooling majemuk, homeschooling yang memiliki standar komunitas juga memiliki banyak aktivitas di dalamnya. Adapun kegiatan-kegiatan ini nantinya digunakan untuk menyusun RPP, bahan ajar, silabus, dan lain sebagainya.
6 Metode Pembelajaran Homeschooling
Tak berbeda jauh dengan sistem sekolah formal, homeschooling nyatanya juga memiliki metode atau sistem pembelajaran yang cukup mirip. Namun tentunya, metode pembelajaran homeschooling lebih kompleks dan memiliki banyak benefit.
Berikut akan dijelaskan tentang 6 metode pembelajaran yang biasa diterapkan pada homeschooling. Untuk memahaminya, simak sampai habis.
1. United Studies
Pada metode ini, siswa atau anak yang terlibat akan diminta untuk mempelajari suatu hal berdasarkan tema. Sehingga, siswa dapat fokus dengan satu hal saja.
2. School at Home
Dilihat dari namanya, sudah dapat diketahui jika metode ini membawa sistem sekolah formal untuk diterapkan pada pembelajaran yang dilakukan di rumah. Istilah singkatnya yaitu membawa sistem pendidikan sekolah untuk diterapkan di rumah.
3. Eclectic
Untuk metode eclectic, ada orang tua yang akan terlibat untuk memilih bagaimana cara atau proses pembelajaran ingin diterapkan. Sebagai gambaran, orang tua dan siswa bisa dengan bebas ‘mix and match’ sistem pembelajaran.
4. Montessori
Metode montessori ini sangat membutuhkan keterlibatan orang tua dan lingkungan, demi mendukung kesuksesan pembelajaran siswa. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Katakanlah jika sebuah lingkungan di dalam keluarga tidak kondusif, maka hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dalam berpikir, belajar, dan menerapkan. Untuk itu, anak akan menjadi subjek pendidikan, dan orang tua serta lingkungan menjadi sistem yang membantunya.
Namun, semua juga harus disusun dengan sedemikian rupa. Hal ini bertujuan, agar anak-anak atau siswa yang ikut dalam pembelajaran, bisa fokus terhadap kurikulum yang berlaku.
5. Classical
Classical adalah metode yang didasarkan pada sistem pendidikan di abad Yunani, tepatnya pada abad pertengahan. Siswa akan diberikan stimulasi untuk mengenal sejarah, aktivitas intelektual, hingga studi literatur.
Pada metode ini juga, pihak terkait akan menunjukkan gaya belajar aktif seperti saling berdiskusi, riset, hingga melakukan debat dengan gaya sehat. Sehingga, anak-anak akan lebih berpikir logis dan kritis.
6. Charlotte Mason/The Living Book
Cara atau metode pembelajaran homeschooling terakhir ini, dinilai menjadi salah satu metode yang paling efektif dalam meningkatkan minat belajar anak. Pada metode ini, siswa akan diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung lewat lingkungan.
Hal ini didasarkan pada fakta, di mana metode Charlotte Mason diambil dari nama seorang pendidik yang dulunya sangat peduli akan pendidikan. Charlotte memiliki keyakinan jika pembelajaran dapat dilakukan melalui aktivitas dan lingkungan.
Dalam metode ini, ada 3 unsur penting yang akan dijadikan tujuan utamanya. Adapun tiga unsur penting ini meliputi:
- Kuantitas: banyaknya ilmu yang diserap.
- Variasi: ada banyak hal yang bisa dipelajari dengan banyak cara (tidak monoton).
- Kualitas: nilai gaya belajar dengan mutu terbaik.
Itulah 6 metode pembelajaran homeschooling yang sampai saat ini masih sering diberlakukan. Namun pada dasarnya, semua sistem pembelajaran memiliki banyak nilai positif dan negatif.
Bukan hanya homeschooling, sekolah formal pun tentu memiliki nilai-nilai tersendiri dalam memberlakukan sistem pendidikan. Sukses atau tidaknya seorang anak, bergantung dari bagaimana orang tua serta lingkungannya berperan.
