Homeschooling merupakan pembelajaran yang sifatnya alternatif, proses dan atribut belajarnya sedikit berbeda dengan sekolah biasa. Begitu juga dengan kurikulum homeschooling yang sampai sekarang tidak ada aturan baku yang diciptakan pemerintah.
Dalam homeschooling, pembelajaran biasa dilakukan dimana saja dan tidak terikat pada sebuah bangunan sekolah seperti pada umumnya lembaga pendidikan. Pendidikan satu ini sangat mengutamakan kebutuhan anak sehingga kurikulumnya pun berbeda, berikut pembahasannya :
Standarisasi Kurikulum Homeschooling
Sifat kurikulum pada sistem pendidikan satu ini adalah customized yang artinya bisa dengan bebas disesuaikan. Jadi, setiap penyelenggara dapat menentukan kurikulumnya sendiri dengan melakukan penyesuaian terhadap minat dan kebutuhan peserta didik.
Jika melihat metodenya, maka ada berbagai model teoritis yang digunakan dalam pembelajaran sistem homeschooling ini. Modelnya yaitu unschooling yang tidak terstruktur dan juga school-at-home yang serupa dengan sekolah formal.
Keluarga yang menggunakan homeschooling bisa memilih kurikulum mana yang mungkin sesuai dan diinginkan. Kurikulum yang diinginkan tersebut bisa dibicarakan dengan pihak penyedia homeschooling, opsinya yaitu :
- Kurikulum dengan acuan luar negeri bisa memilih kurikulum per satu mata pelajaran, atau yang mencakup seluruh mata pelajaran.
- Kurikulum nasional, maka bisa disesuaikan dengan yang saat ini berlaku di sekolah dalam negeri.
Pada dasarnya, materi yang diperoleh anak-anak homeschooler terdiri atas materi khusus program penyetaraan. Kemudian untuk materi lainnya anak-anak tetap mempunyai kebebasan memilih sesuai preferensi dan juga minatnya.
Jenis-jenis Kurikulum
Dalam kurikulum homeschooling jenis-jenisnya cukup banyak dan dapat dijadikan rujukan para orang tua. Beberapa kurikulum yang paling sering digunakan dan disarankan antara lain yaitu :
1. Correlated Curriculum
Dalam kurikulum ini, pelajaran akan dikaitkan satu dengan yang lain sehingga saling berkorelasi dan menjadikan ruang lingkupnya lebih luas. Misalnya, saat anak mempelajari materi agama tentang berbuat baik pada tetangga, dihubungkan dengan pelajaran PKn.
Dimana dalam PKn terdapat materi tenggang rasa yaitu saling menolong antar umat manusia. Contoh lainnya adalah belajar Biologi dalam bahasa Inggris, siswa memperoleh pengetahuan Biologi sekaligus memperdalam kemampuan bahasanya.
2. Broad Fields Curriculum
Merupakan sebuah upaya untuk dapat meningkatkan kurikulum dengan memadukan sejumlah mata pelajaran jadi satu. Contohnya, Matematika, kamusian Biologi, Fisika, serta Kimia disatukan menjadi IPA kemudian Antropologi dan Ekonomi menjadi IPS.
3. Integrated Curriculum
Kurikulum homeschooling terpadu ini merupakan hasil dari integrasi materi yang asalnya dari beberapa jenis mata pelajaran. Integrasi tersebut dilakukan dengan dipusatkan pelajaran ke suatu masalah dimana solusinya memerlukan pengetahuan dari banyak disiplin ilmu, misalnya :
- Belajar eksperimen menggunakan botol kaca sisa atau bekas dibuat menjadi xylophone dimana siswa akan mengetahui cara kerja suara di botol dan sekalian belajar musik.
- Belajar membuat Yogurt dalam materi tata boga sekaligus mempelajari materi bakteri pada pelajaran biologi.
4. Separated Subject Curriculum
Berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang cenderung ada penggabungan, Separated Subject memisahkan pelajaran satu dan lainnya. Setiap pelajaran terkesan bukan merupakan kesatuan, sistem inilah yang dipakai di Indonesia.
Pada pendidikan di negara ini dalam satu ilmu pengetahuan dibagi menjadi beberapa mata pelajaran. Ciri utamanya yaitu bahan pembelajaran disajikan sistematis dimana organisasi kurikulum terkait dibuat begitu sederhana.
Pengembangan Kurikulum Homeschooling
Pada dasarnya, pada homeschooling pengembangan kurikulumnya lebih pada komponennya yang dikembangkan untuk membentuk kurikulum tersebut. Komponen ini mencakup hal-hal seperti metode, bahan, tujuan, pendidik, sumber belajar, peserta didik, dan sebagainya.
Peserta didik pada sistem ini terkadang memperoleh pelajaran yang sebenarnya tidak ada dalam perencanaan sebelumnya. Misalnya saat anak berusaha untuk mengembangkan metode belajarnya sendiri karena ingin lebih cepat dalam memperoleh pemahaman.
Kondisi lainnya yaitu siswa bisa saja mempelajari satu hal atau materi yang sama sampai berminggu-minggu lebih lama dari rencana. Terkait pengembangan kurikulum di homeschooling terdapat 2 prinsip utama yang dipakai yakni :
- Prinsip umum, yaitu mencakup efektivitas, relevansi, praktis, kontinuitas,dan juga fleksibilitas.
- Prinsip khusus, berisi hal-hal yang terkait dengan bagaimana tujuan dilakukannya pendidikan, pilihan isi pendidikan, proses belajar dan mengajarnya, media yang dipakai sampai cara evaluasi.
Itulah pembahasan tentang kurikulum homeschooling yang ternyata sangat fleksibel dan tentu lebih berdampak pada para siswa. Pembelajaran yang sangat sesuai dengan kebutuhan siswanya adalah kelebihan dari sistem pendidikan satu ini.
