Motivasi hidup dapat diperoleh dari beragam cara, termasuk dengan cara belajar dari burung rajawali. Hewan yang satu ini dikenal sebagai jenis burung yang panjang usianya. Menurut para ahli, umur seekor burung rajawali bisa mencapai tujuh puluh tahun.
Agar dapat mencapai usia tersebut, seekor rajawali harus terlebih dahulu mengalami transformasi yang menyakitkan bagi tubuhnya pada usia sekitar 40 tahun. Jika berhasil melewatinya, si rajawali dapat kembali menjalani kehidupan normalnya hingga usia yang lebih lama. Berikut adalah motivasi hidup yang dapat dipelajari dari seekor rajawali.
1. Memiliki Hubungan yang Harmonis dengan Sang Pencipta
Burung rajawali dikenal sebagai jenis burung yang selalu terlihat terbang atau melayang di ketinggian. Jika diibaratkan dengan manusia, manusia pun harus selalu memasrahkan setiap langkah dalam kehidupannya kepada Tuhan.
Setiap manusia hendaknya ingat bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, penting untuk menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan. Misalnya, dengan rajin melakukan ibadah dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh-Nya.
2. Mengubah Tantangan Menjadi Keuntungan
Belajar dari burung rajawali tidak jauh-jauh dari kemahiran terbangnya. Burung rajawali kerap terbang melawan arah angin. Alasannya adalah karena angin yang berlawanan arah itu bisa membawanya terbang semakin tinggi.
Artinya, tantangan dapat diubah menjadi keuntungan jika tahu cara memanfaatkannya. Ketika ada tantangan, jangan berkeluh-kesah. Jadikan tantangan tersebut sebagai peluang untuk maju.
3. Mampu untuk Terus Menjaga Semangat
Burung rajawali bergerak dengan kecepatan tinggi. Hal ini memperlihatkan semangatnya yang tinggi untuk mencapai tujuannya. Seringkali manusia kehilangan semangatnya untuk mencapai impian.
Tidak adanya dana, kegagalan beruntun, dan kekecewaan berulang adalah beberapa penghambat untuk meraih impian. Namun, dengan terus menjaga semangat, hal-hal tersebut tidak akan lagi menjadi penghalang.
4. Mempunyai Visi
Belajar dari burung rajawali memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, hewan yang satu ini tidak hanya pandai terbang, tetapi juga memiliki pandangan yang jauh sekaligus tajam.
Manusia pun wajib mempunyai tujuan atau visi hidup yang jelas ini. Tanpa kejelasan tujuan hidup, seseorang akan kehilangan arah hidupnya sehingga apa yang dilakukannya pun tidak menentu.
5. Memiliki Kesetiaan
Burung rajawali memiliki kesetiaan, terutama pada pasangan hidupnya. Hewan ini sangat anti berganti-ganti pasangan. Sangatlah baik jika manusia pun belajar menjaga kesetiaan. Kesetiaan yang dimaksud bisa pada pasangan, teman, janji, dan sebagainya.
Kalaupun tidak bisa menepati janji, sebaiknya jangan membuat janji. Orang yang mampu menepati janji adalah bukti dari orang yang memiliki tanggung jawab.
6. Mampu Mengendalikan Diri
Ketika menjalani transformasi yang menyakitkan, rajawali sanggup menahan segala rasa sakit. Kekuatan dirinya melemah selama 6 bulan lebih. Namun, selama waktu itu dia tetap dapat mengendalikan dirinya.
Ketika mengalami penderitaan, seseorang biasanya melampiaskan kekcewaannya dengan amarah. Atau, menangis tiada henti. Daripada lelah merenungi kegagalan, kendalikan diri. Bangkitlah lagi pada upaya mencapai keberhasilan.
7. Melakukan Tindakan pada Saat yang Tepat
Rajawali tidak mengincar mangsa dari jarak dekat. Mangsa diincarnya dari jarak jauh. Lalu, pada saat yang tepat, dia akan menyambar mangsanya dengan cara terbang menukik berkecepatan tinggi.
Bagi manusia, ketepatan mengambil keputusan juga penting dilakukan. Apalagi jika keputusan tersebut terkait dengan masa depan. Jika ada beragam pilih, putuskan salah satu yang terbaik.
8. Tidak Melewatkan Kesempatan
Belajar dari burung rajawali perlu juga memahami bahwa mata burung rajawali tidak pernah lepas mengawasi mangsa. Baginya, kesempatan mendapatkan mangsa bisa jadi tidak akan datang lagi.
Ketika seseorang melihat ada kesempatan yang baik, sebaiknya kesempatan tersebut tidak dilepaskan. Kesempatan yang sama baiknya belum tentu dapat datang lagi. Gigihlah mengejar kesempatan.
9. Melakukan Tindakan dengan Hati-Hati
Ketika rajawali cukup lama mengincar mangsa dari langit, tidak berarti rajawali takut pada mangsanya. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kehati-hatiannya.
Gegabah dalam tindakan seringkali menghilangkan peluang yang berharga. Kehati-hatian memang memerlukan waktu. Akan tetapi, hasil yang diperoleh dari kehati-hatian sangatlah memuaskan.
10. Memiliki Waktu untuk Merenung
Kembali pada masa rajawali mengalami transformasi. Pada saat itu, rajawali melewati masa-masa yang menyakitkan tersebut dengan sabar. Walaupun waktunya cukup lama, tapi rajawali tetap melaluinya hingga masa transformasi selesai.
Bagi manusia, waktu yang dilalui dalam situasi yang buruk dapat dipakai sebagai masa untuk merenung. Baik itu merenungkan kesalahan, maupun merenungkan cara untuk keluar dari kemelut.
Dapat disimpulkan bahwa belajar dari burung rajawali tentang motivasi hidup sangat berguna jika mengkajinya lebih dalam. Burung rajawali berjuang menyelesaikan transformasi diri menyakitkan selama setengah tahun. Setelah itu, barulah dia mendapatkan kebahagiaan sejati sebagai seekor burung.
