Apakah homeschooling efektif? Mungkin menjadi salah satu pertanyaan yang terbersit di benak masing-masing orang tua yang tertarik menyekolahkan anak dengan sistem homeschooling. Cara bersekolah yang terbilang unik ini memiliki sejumlah pro dan kontra.

Dimana tidak semua orang menganggap homeschooling cocok buat anaknya atau sebaliknya. Oleh sebab itu, berikut diberikan pertimbangan dari homeschooling agar mengetahui efektif atau tidaknya sistem sekolah non publik.

Pertimbangan Apakah Homeschooling Efektif atau Tidak?

1. Waktu Belajar Anak

Pertimbangan pertama apakah homeschooling efektif berupa waktu belajar anak yang dapat disesuaikan oleh orang tua dan anak. Fleksibilitas waktu termasuk ke dalam salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran anak.

Dimana orang tua bisa mengontrol kapan waktu yang tepat untuk anak belajar secara fokus. Di samping itu, bakat pun dapat mudah terlihat sering waktu karena kesempatan istirahat dan belajar yang seimbang.

2. Penyampaian Materi 

Pertimbangan kedua melihat materi pembelajaran yang diberikan oleh guru atau mentor yang cenderung fokus apabila mengambil homeschooling. Berbeda dengan sekolah formal yang terbatas pada waktu mengajar dan guru tertentu. 

Homeschooling yang biasanya hanya beberapa guru saja dianggap lebih mudah ketika menyampaikan materi pembelajaran. Alasannya, karena guru akan memahami daya tangkap anak sehingga kefokusan tidak terganggu.

Di sekolah formal, jumlah murid yang diajarkan paling kurang 30 orang dengan batas waktu. Dari sanalah muncul ketidakseimbangan antara setiap materi pembelajaran yang terkadang membuat pemahaman anak kurang optimal.

3. Regulasi Pembelajaran

Masih dengan pertimbangan apakah homeschooling efektif atau tidak untuk kemajuan pendidikan anak. Disini melihat segi regulasi pembelajaran yang terstruktur pada sekolah formal dibandingkan homeschooling.

Jadwal fleksibel dari homeschooling terkadang menyebabkan anak kurang bertanggung jawab akan tugas dan kewajibannya. Peran orang tua sangat diharapkan dalam penyusunan regulasi kalau ingin memilih homeschooling sebagai wadah pendidikan anak.

Orang tua dapat menyusun kurikulum pembelajaran dengan bantuan para mentor homeschooling. Dapat pula mengatur kedisiplinan anak terkait tugas-tugas sekolah yang diberikan.

4. Fasilitas Pembelajaran 

Menyangkut fasilitas pembelajaran, homeschooling tidak seperti sekolah formal yang semuanya sudah tersedia. Mulai kelas yang terdiri atas meja dan kursi belajar, papan tulis, ruang laboratorium, ruang multimedia, ruang komputer, hingga lapangan.

Homeschooling mengharuskan orang tua untuk lebih ekstra dalam mendesain ruang belajar anak senyaman mungkin. Belum lagi segala sesuatu yang berhubungan dengan sarana belajar mengajar.

Baik sekolah formal maupun homeschooling, fasilitas pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan. Walaupun, orang tua mengambil peran utama dalam mengatur ruang belajar secara mandiri.

5. Aktivitas Sosial

Pertimbangan apakah homeschooling efektif yang berikut tampaknya yang lebih efektif adalah sekolah formal. Pasalnya di sekolah formal anak-anak bisa bertemu dengan usia yang beragam dan sebayanya.

Dimana aktivitas sosial dapat terus dilakukan oleh anak selama belajar wawasan baru. Tidak terbatas pada mentor, keluarga besar, ayah dan ibu, serta adik dan kakak saja layaknya homeschooling.

Kehidupan sosial tidak serta merta dilewatkan begitu saja meski dalam urusan pendidikan. Sebagai makhluk sosial aktivitas sosial perlu dipertimbangkan untuk anak.

6. Risiko Perkelahian 

Tak dapat dipungkiri anak yang bersekolah di sekolah formal berpeluang ikut dalam perkelahian antar murid lain. Tidak seperti homeschooling yang minim perkelahian karena sejumlah siswa, bahkan dilakukan sendiri.  

Di samping perkelahian, orang tua bisa lebih luwes mengontrol anak tanpa khawatir tergabung ke pergaulan bebas. Orang tua juga dapat menghindari anak dari ancaman bullying yang cukup marak terjadi.

Bullying sendiri bisa menyebabkan kesehatan mental anak terganggu yang berakibat trauma dalam waktu lama. Walaupun pada homeschooling anak menjadi tidak memiliki teman yang dapat diajak bermain secara sesuka hati.

7. Segi Pengeluaran

Untuk pertimbangan terakhir apakah homeschooling efektif sangat tergantung pandangan orang tua terkait biaya pengeluaran. Dengan menyekolahkan anak di rumah, biaya sekolah, uang saku, transport bisa sedikit hemat kalau dibandingkan sekolah publik.

Namun biaya homeschooling sendiri bisa saja mahal (sesuai mentor yang dipilih) dan fasilitas ruang belajar yang terkadang kurang terjangkau. Kecuali ruang belajar yang didesain tidak terlalu memakan biaya dalam pengerjaannya.

Melalui ulasan, rasanya pertanyaan apakah homeschooling efektif atau tidak dapat terjawab dengan baik. Gunakan sejumlah pertimbangan (keunggulan dan risiko)  sebelum mengambil keputusan ingin menyekolahkan anak secara formal atau homeschooling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *